Laporan : Jarber SMSI (Taufik Dj. Panua)
Editor : Mahmud Marhaba
SULTENG [KP] – Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Tengah menggelar dialog terbuka, membahas konflik tapal batas antara Kabupaten Buol Provinsi Sulawesi Tengah dengan Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) Provinsi Gorontalo. Dalam dialog itu PMII Sulteng menghadirkan narasumber dari Polda Gorontalo, Senin (21/10/2019).
Presiden PMII Sulteng, Muh. Wahyu Saputra, menerangkan, dialog itu bertujuan menindaklanjuti isu konflik tapal batas Buol- Gorut, termasuk bagaimana mengantisipasi efek hoax yang mulai beredar di media sosial.
“Kami pun mengharapkan kepada pihak kepolisian agar berperan aktif dalam permasalahan tapal batas sehingga konflik antar warga bisa dihindari sehingga kedua belah pihak yang bertikai akan tetap memelihara keamanan,” ujar Wahyu.

Mengapresiasi upaya mahasiswa yang tergabung dalam PMII, Dir. Intelkam Kombes Polda Gorontalo, Yudi Hermawan, S.Sos, menyatakan pihaknya terus mengawal dan sigap mewujudkan keamanan di wilayah perbatasan itu. Ia berharap Kepolisian akan beroleh dukungan dari semua pihak, khususnya masyarakat setempat.
Selama konflik di perbatasan ditangani, warga Buol dan Gorut diminta menahan diri dan dihimbau tidak menyebar atau mempercayai isu murahan yang hanya akan memperkeruh suasana.
Diakhir dialog, Yudi Hermawan mengingatkan bahwa aparat Kepolisian tidak akan tinggal diam dan akan menindak dengan tegas penyebar hoax sesuai ketentuan hukum yang berlaku.#[KP]






