oleh

Akhirnya Talut di Kelurahan Kastela Ditindaklanjuti BPBD Ternate

-BERITA-125 Dilihat

Laporan : Yadi / Editor : YRA

MALUKU UTARA [Kabarpublik.id] – Talut di Kelurahan Kastela, Kecamatan Pulau Ternate yang amruk pada Juli 2021 lalu, akibat hujan deras, akhirnya ditindaklanjuti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kota Ternate, Maluku Utara.

Hal ini ditindaklanjuti melalui rapat zoom meeting bersama dengan Badan Nasional Penanggulangn Bencana (BNPB) Pusat, setelah melakukan verifikasi di lapangan beberapa hari lalu.

“Anggaran untuk perbaikan Talut di Kelurahan Kastela memang besar, sehingga saya harus berkoordinasi dengn BNPB Pusat. Timnya sudah melakukan verifikasi di lapangan, maka hari ini kami melakukan rapat bersama dengan BNPB Pusat melalui zoom meeting,” ucap Arif Gani di kantor BPBD, Selasa (11/1/2022) pagi tadi.

Mudah-mudahan hari ini selesai sudah, supaya di tahun ini Talut dengan panjang 600 meter itu sudah bisa dikerjakan. Arif mengungkapkan, dari 600 meter ini dihitung mulai dari sisi kiri 300 meter, dan dari sisi kanan 300 meter, maka totalnya 600 meter, yaitu mulai dari belakang SMK Negeri 4, Kota Ternate, sampai ke pantai. Di lokasi itu memang kalau hujan terjadi banjir besar.

Talut ini kemarin, dirinya mengatakan, pihaknya mengusulkan 3 kilo 200, mulai dari depan kantor Basarnas Ternate sampai ke pantai, tapi BPBD mendapatkan hanya 600 meter, mengingat ada beberapa daerah telah terjadi bencana, maka Talut ini nanti akan bangun secara bertahap.

Tahun 2021 kemarin, Arif bilang, pihaknya juga mengusulkan Kelurahan Takome, dan Kelurahan Kastela, namun yang diterima baru Kelurahan Kastela, karena sudah verifikasi lapangan, maka hari ini dilakukan zoom metting bersama BNPB.

“Kelurahan Kastela ini jalan strategi Nasional, maka kita harus perhatikn, apalagi disampingnya Talut ada pertamina, bila kita tidak secepatnya antisipasi bisa-bisa meluap ke pertamina. Kalau pertamina lumpuh otomatis kita semua punya aktivitas juga ikut terganggu,” kata Arif.

Selain itu, apabila ini sudah selesai, maka rencananya, kata Arif, warga kurang lebih tiga KK itu akan direlokasi, namun pihaknya belum melakukan pendekatan. M. Arif menambahkan, pembiayaan Talut ini sekitar sebesar Rp 4 Milyar, Anggaran sebesar ini karena ada konstruksi besi.

Kepala BPBD, Kota Ternate itu mengimbau, warga harus memperhatikan jalur – jalur pembangunannya, jangan membangun rumah diatas daerah – daerah yang dilarang untuk membangun. Dan itu harus diperhatikan, sebab sangat membahayakan bila terjadi hujan dan banjir, karena itu akan berdampak bagi mereka yng berada di bantaran barangka.

“Oleh sebab itu harus waspada dan berikhtiar terhadap segala kemungkinan, karena memang rata-rata barangka di Ternate ini kan kalau ada hujan baru ada air, sebab dia bukan kali hidup seperti daerah-daerah lain yang kalinya mengalir terus. Nah, itu yang harus di waspadai jangan sampai nanti terjadi banjir, warga sendiri yang akan menerima dampaknya,” pungkasnya.#[KP]

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar