Warisan Budaya Garut Dapat Sertifikat WBTb dari Kemendikbudristek

Sabtu, 11 Des 2021
Dengarkan dgn suara Siap
5.9K pembaca

Laporan : Diki Kusnadi / Editor : YR

Garut, Kabarpublik.id – Dua warisan budaya dari Kabupaten Garut, yakni kesenian Badeng dan arsitektur Kampung Pulo, memperoleh Sertifikat Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia.

Sertifikat diterima langsung oleh Asisten Daerah (Asda) Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Kesejahteraan Sosial, Setda Provinsi Jabar, Dewi Sartika. Selain dari Garut, 20 warisan budaya dari Jawa Barat lainnya memperoleh hal serupa dalam Malam Perayaan dan Penyerahan Sertifikat Penetapan WBTb Indonesia Tahun 2021 di Kompleks Kemendikbudristek RI, Jakarta, Selasa (7/12/2021).

Kesenian Badeng sendiri berasal dari Desa Sanding, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, sementara Arsitektur Kampung Pulo berada di Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Garut, Budi Gan Gan, menyampaikan bahwa kesenian Badeng merupakan warisan budaya tak benda yang masih dilestarikan turun-temurun lebih dari 50 tahun.

“Sejak tahun 1800 kesenian Badeng digunakan untuk media penyebaran agama Islam, dan sampai sekarang terus diwariskan ke generasi muda serta dipentaskan di acara hajatan, hari besar agama Islam,”ucap Budi .Jum’at (10/12/2021).

Dikatakan Budi Gan – gan, kesenian ini awalnya digunakan sebagai salah satu media penyeberan Islam, namun kini kesenian Badeng sudah bergeser menjadi sarana hiburan yang dipertontonkan. Salah satunya pada perayaan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI).

“Awalnya kesenian Badeng ini sebagai salah satu media penyebaran Islam bisa dipertunjukan pada saat pertemuan dan musyawarah rakyat, kini fungsinya sudah bergeser menjadi sarana hiburan yang biasa dipertontonkan pada berbagai kegiatan perayaan seperti menyambut hari besar Islam, tamu besar, menyambut pengantin, khitanan, dan perayaan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pemain kesenian Badeng, Tatang Koswara, mengungkapkan pengusulan kesenian Badeng untuk mendapatkan sertifikat WBTb ini awalnya dengan melakukan pengambilan video, dan diseleksi terlebih dahulu di tingkat Provinsi Jawa Barat bersama kesenian lain yang ada di Kabupaten Garut di antaranya kesenian Rudat, kesenian Lais, dan kesenian Gondang.

Dilain sis ia memaparkan, bahwa selain mendapatkan sertifikat WBTb, pihaknya juga mendapatkan bantuan dari Kemendikbudristek RI berupa seperangkat sound system.

“Kemudian ada lagi pengambilan video lokasi Desa Sanding, tanggalnya lupa. Kemudian dapat informasi lolos di provinsi dan diajukan ke pusat, bulan November kemarin menerima sertifikat dan bantuan sound system,” kata Tatang yang telah berperan sebagai pemain sejak tahun 2015. ( DK )

No More Posts Available.

No more pages to load.