Laporan : Ifan S. Saluki
Editor : YR
GORONTALO [kabarpublik.id] – Walikota Gorontalo Marten Taha menghadiri kegiatan Pelatihan Mitigasi terkait Penyusunan Baseline Gas Rumah Kaca (GRK), bertempat di Hotel Aston Gorontalo, Rabu (16/02/2022).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari antara 16 – 17 Februari 2022 ini diselenggarakan oleh Climate Resilient And Inclusive Cities (CRIC) dan difasilitasi oleh Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Kota Gorontalo.

Walikota Gorontalo dalam sambutannya, menyampaikan bahwa proyek Climate Resilient And Inclusive Cities (CRIC) ini telah dilaksanakan di 10 Kota percontohan di Indonesia, salah satu diantaranya yakni di Kota Gorontalo.
Tak hanya itu kata Marten, proyek CRIC yang didanai oleh Uni Eropa ini telah menghasilkan laporan kajian perkotaan untuk 10 kota, yang berfungsi sebagai dokumen dasar bagi kota-kota untuk menganalisis isu-isu prioritas di tingkat makro dan strategis.
“Dimana isu-isu tersebut diantaranya adalah pengelolaan limbah, polusi udara, sistem peringatan dini untuk bencana terkait iklim serta air dan sanitasi. Dan Kota Gorontalo sendiri mengambil isu terkait dengan air dan sanitasi,β jelas Marten Taha.
Kedepan, Walikota dua periode itu berharap agar kiranya di akhir pelatihan ini dapat menghasilkan dokumen rencana aksi iklim/ Climate Action Plan (CAP) di Kota Gorontalo.
“Saya atas nama Pemerintah Kota Gorontalo mengucapkan terima kasih kepada segenap anggota Pokja CRIC yang telah bekerja dengan penuh dedikasi selama ini demi terwujudnya Tagline ‘Benahi Kota Rumah Kita Bersama,β tandasnya #[KP]





