Breaking News
Live Update Berita Terkini

Tak Mau Lagi Jawa-Sentris! Menaker Sebar Program Magang ke Seluruh Provinsi

Jumat, 27 Feb 2026
Editor: Eky
Seorang petugas menjelaskan perkembangan program pemagangan kepada Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat kunjungan kerja, Jumat (27/2/2026).(Sumber: setneg.go.id)
Dengarkan dgn suara Siap
30K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menargetkan Program Pemagangan Nasional 2026 menjangkau seluruh provinsi di Indonesia. Kebijakan ini diambil untuk mengakhiri dominasi Pulau Jawa sebagai pusat utama program magang sekaligus memperluas akses kerja bagi lulusan baru di daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan Yassierli, Jumat (27/02/2026), merespons data MagangHub yang menunjukkan konsentrasi peserta magang masih menumpuk di Pulau Jawa.

“Dari data MagangHub, saat ini memang masih banyak penumpukan magang di Pulau Jawa. Kita ingin agar ini tersebar jadi ada di tiap provinsi,” ujarnya.

Pemerataan Magang Jadi Prioritas 2026

Apa yang ditargetkan?

Program Pemagangan Nasional 2026 akan diperluas ke seluruh provinsi, tidak lagi terfokus di Jawa.

Mengapa dilakukan?

Untuk membuka peluang kerja lebih luas bagi lulusan baru di berbagai daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis sektor unggulan.

Bagaimana caranya?

Kementerian Ketenagakerjaan akan memperkuat ekosistem magang di daerah melalui pemetaan sektor unggulan dan peningkatan jumlah mitra industri.

Strategi: Peta Target Berbasis Potensi Daerah

Menurut Yassierli, pemerataan bukan sekadar membagi angka kuota, tetapi berbasis kapasitas riil setiap provinsi.

“Kita tetapkan peta target per provinsi yang realistis, berbasis sektor unggulan dan kapasitas industri daerah, bukan sekadar pemerataan angka,” tegasnya.

Artinya, setiap daerah akan dipetakan berdasarkan:

  • Sektor unggulan industri
  • Kapasitas perusahaan lokal
  • Ketersediaan mentor profesional
  • Kesiapan kurikulum dan rencana pembelajaran

Dengan pendekatan ini, kualitas magang diharapkan tetap terjaga meski program diperluas secara nasional.

MagangHub Dibuat Lebih Adil

Melalui platform MagangHub, peserta tetap bebas memilih perusahaan tujuan. Namun pemerintah akan mendorong perusahaan di luar Pulau Jawa agar lebih mudah ditemukan dan menarik minat peserta.

Perusahaan yang ingin diminati peserta juga dituntut menunjukkan komitmen nyata, termasuk:

  • Sistem pembelajaran terstruktur
  • Fasilitas pendukung memadai
  • Pembimbing atau mentor aktif

“Peserta magang memilih sendiri perusahaan tujuan. Jadi ini juga menjadi tantangan bagi perusahaan, bagaimana agar mereka dapat dipilih oleh para peserta magang? Ada kompetisi sesama peserta, dan juga sesama perusahaan,” kata Yassierli.

Dampak yang Diharapkan

Kebijakan ini diharapkan mampu:

  • Mengurangi ketimpangan kesempatan kerja antarwilayah
  • Mendorong pertumbuhan industri daerah
  • Menekan angka pengangguran lulusan baru
  • Meningkatkan kualitas SDM berbasis kebutuhan industri lokal

Program ini sekaligus menjadi bagian dari strategi nasional penguatan tenaga kerja muda yang adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha.

No More Posts Available.

No more pages to load.