Laporan : Aldiyansah
Editor : Mahmud Marhaba
GORONTALO (KP) – Seruan aksi solidaritas untuk Palestina “Will Be Free” Indonesia bebaskan Baitul Maqnis dari Aliansi Sentra kerohanian Islam (SKI). Aksi Solidaritas berlangsung di simpang Lima Kota Gorontalo, Jum’at (11/05/2018) Pukul 16.00 Wita.
Pernyataan Presiden AS , ungkap pendemo, dinilai secara sepihak atas keinginan menjadikan Jerussalem sebagai ibu kota Israel, itu benar-benar membuat umat Muslim seluruh dunia bahkan dari kalangan non muslim marah. Karena sebuah ide tersebut akan membuat konflik antara Palestina dan Israel semakin runcing dan sampai pada titik klimaks.
Sampai saat ini labih dari 270 luka-luka baik di Gaza ataupun Yarusalem. Di Yarusalem sekitar 50.000 orang dan di jalur Gaza sekitar 200.000 orang turun ke jalan.
Ketegangan antara Palestina dan Israel semakin meningkat seiring dengan kebijakan AS yang mengklaim status baru atas kota suci Yarusalem. Israel menggempur jalur Gaza, Palestina dengan serangan udara.
Serangan berubi tubi yang dilakukan oleh bangsa Israel ditambah lagi pernyataan Presiden AS yang membuat pemicu terjadinya perpecahan.
βBukankah kita semua hafal dalam pembukaan undang-undang Dasar 1945 bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Ya, itu semua karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perkeadilan,β ungkap pe.Somo yang turun menggunakan tulisan seruan Palestina itu.
“Maka dari itu kami dari Aliansi Sentra Kerohanian Islam menyatakan sikap dan peduli dengan rakyat palestina, bahkan setiap masalah kemanusiaan dimanapun berada didunia. Mari suarakan kemerdekaan Rakyat Palestina, suarakan keadilan untuk rakyat palestina” Ucap Korlap Rifai Ismail.
Rifai juga mengingatkan bahwa Palestina juga pernah memantu Indonesia pada masa kemerdekaan. Sejarah mencatat, selepas Proklamasi, seorang ulama Palestina bernama Amin Al-husaini menyambangi pimpinan negara Arab mendorong dukungan bagi kemerdekaan Indonesia. Pengakuan Mesir, Negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia, Yakni hasil kampanye Amin Al-Husaini.
Masa aksi mengajak seluruh rakyat Indonesia membuat petisi kepada Amerika Serikat terkait pengakuan Yarusalem sebagai Ibu Kota Israel. Petisi tersebut perlu dibuat untuk memperkuat dukungan indonesia terhadap palestina. Masyarakat juga perlu mendorong pemerintah untuk mengambil langkah-langkah lebih aktif.
Bahwa aksi solidaritas tersebut mendapat pengamanan terbuka maupun tertutup dari pihak Polres Gorontalo Kota. Rencananya aksi tersebut akan dilanjutkan pada hari ini Sabtu (12/05/2018).





