KATINGAN, KALTENG (Kabarpublik.id) – Tim gabungan telah berhasil menemukan jenazah yang diduga merupakan Bripda Nopandri, anggota Polri yang sebelumnya dilaporkan hilang saat menyelamatkan diri dalam penggerebekan terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan.
“Benar, tim gabungan berhasil menemukan jenazah diduga Bripda Nopandri di Sungai Katingan. Jasad korban ditemukan sejauh radius sekitar empat kilometer dari lokasi kejadian penggerebekan,” kata Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono saat dikonfirmasi di Palangka Raya, Sabtu.
Berdasarkan informasi di lapangan, jenazah ditemukan dalam kondisi tersangkut di ranting bambu dan kayu di aliran Sungai Katingan. Selanjutnya, tim gabungan mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna proses identifikasi.
“Jenazah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Nanti akan kami informasikan perkembangan selanjutnya,” ujar dia.
Sebelumnya, operasi penggerebekan terhadap terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei berujung tragedi setelah petugas diduga mendapat perlawanan dari sejumlah anggota keluarga terduga pelaku yang menggunakan senjata tajam jenis parang.
Dalam insiden tersebut, personel Satresnarkoba Polres Katingan Aiptu Yudhi gugur akibat serangan senjata tajam. Seorang anggota keluarga terduga pelaku juga dilaporkan meninggal dunia.
Sementara itu, Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Bareskrim Polri) menyampaikan dukacita atas gugurnya Brigadir Polisi Dua Nopandri Ramadhana saat menangkap bandar narkoba di wilayah Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Polisi Eko Hadi Santoso menyampaikan peristiwa yang menimpa Bripda Nopandri menjadi perhatian serius Bareskrim Polri. Saat ini, tim gabungan masih bekerja untuk mengungkap secara tuntas peristiwa tersebut.
Dikatakan bahwa tim masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga terlibat.
Eko menekankan tim tidak akan berhenti sampai seluruh pelaku berhasil diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Ia menjelaskan Bareskrim Polri telah berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan dalam proses penyelidikan serta pengejaran terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab. Dia juga meminta masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan para pelaku agar segera menyampaikannya kepada aparat kepolisian.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mendukung proses penegakan hukum dengan memberikan informasi yang dapat membantu penyelidikan. Setiap informasi akan kami tindak lanjuti,” ujarnya.
Bareskrim Polri memastikan akan mengusut kasus tersebut hingga tuntas sebagai bentuk komitmen dalam memberikan keadilan bagi anggota Polri yang gugur saat menjalankan tugas. (ant)







