YOGYAKARTA (kabarpublik.id) – Ramadan kerap menjadi momen keluarga mempererat kebersamaan. Di tengah suasana ibadah dan waktu yang lebih banyak di rumah, buku cerita menjadi medium hangat untuk menanamkan nilai kepada anak. Dari semangat itulah lahir Kreatifafa, penerbit buku anak Islami yang menanamkan karakter melalui kisah yang menyenangkan.
Didirikan oleh Fatchul Hidayah Clairine Yuzlar, Kreatifafa berawal dari rumah sederhana di Bandung. Saat itu, Fatchul membuka ruang bermain bagi sekitar 30 anak setiap hari. Mereka membaca, menggambar, hingga bereksperimen sains bersama.
Seiring waktu, ia melihat dua realitas berbeda: anak-anak di kota semakin akrab dengan gawai, sementara di daerah lain justru kesulitan mengakses buku. Dari kegelisahan tersebut, lahirlah gerakan donasi buku ke TPA, mushola, madrasah, dan sekolah.
“Awalnya hanya kenang-kenangan untuk anak-anak yang sering main ke rumah. Ternyata bukunya diminati dan akhirnya kami serius mendirikan penerbit,” ujar Fatchul.
Kini, Kreatifafa bermarkas di Yogyakarta dan berkembang menjadi ekosistem literasi yang mereka sebut “Semesta Kreatif”.
Strategi: Buku Islami Tanpa Doktrin
Di tengah persaingan pasar buku anak, Kreatifafa memilih fokus pada buku anak bertema Islami dengan pendekatan menyenangkan.
Buku-buku mereka dikemas dalam format pop-up tiga dimensi, berbahasa berima, dan dirancang read aloudable agar nyaman dibacakan orang tua. Setiap sudut buku dibuat aman (round corner) untuk anak.
“Kami ingin anak jatuh cinta dulu pada bukunya. Dari situ nilai-nilai akan lebih mudah diterima,” kata Fatchul.
Program Kreatifafa Keliling juga telah menjangkau lebih dari 10 kota dan menyapa lebih dari 1.000 anak melalui kegiatan membaca bersama dan aktivitas kreatif.
Kolaborasi dan Dampak Sosial
Produksi buku melibatkan penulis, ilustrator, dan paper engineer. Proses perakitan dilakukan manual dengan memberdayakan ibu-ibu sekitar, sehingga memberi dampak ekonomi bagi komunitas lokal.
Kreatifafa juga menggunakan kertas dan tinta bersertifikasi FSC serta memperhatikan standar keamanan produk anak.
Tembus Pasar Global
Kreatifafa terpilih dalam Istanbul Publishing Fellowship Program, membuka peluang kerja sama internasional. Sejumlah pihak luar negeri menunjukkan minat terhadap hak cipta buku dalam bahasa Arab, Inggris, Turki, dan Prancis.
“Ini membuka mata kami bahwa karya anak Indonesia punya tempat di pasar global,” ujar Fatchul.
Ramadan dan Harapan Literasi
Memasuki Ramadan 2026, Kreatifafa meluncurkan buku bertema puasa, berbagi, dan kebersamaan keluarga. Selain itu, mereka menggelar kelas kreatif rutin setiap pekan selama Ramadan untuk memperkuat interaksi orang tua dan anak.
Bagi Fatchul, keberhasilan bukan sekadar angka penjualan, melainkan ketika anak-anak tersenyum dan matanya berbinar saat membaca.
“Melihat mereka tumbuh dan masih mengingat buku pertama kami adalah kebahagiaan yang tak ternilai,” tuturnya.





