Laporan: Tim Kabar Publik (Jarber SMSI)
Editor: Mahmud Marhaba
BONEBOL [KP] – Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel mengapresiasi program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK). Ia menilai, BPJSTK turut serta membangun dan mensejahterakan rakyat Indonesia, juga mengentaskan kemiskinan di negeri ini. Apresiasi itu terungkap dalam acara peluncuran maupun launching 20.000 kepesertaan informal jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan yang dibiayai oleh pemerintah daerah Kabupaten Bone Bolango melalui sumber anggaran dari APBD tahun 2019, di halaman Kantor Bupati Bone Bolango, Sabtu (12/10/2019).
Rachmat Gobel hadir memenuhi undangan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo dan Bupati Bone Bolango yang secara khusus disampaikan beberapa waktu sebelumnya.
“Kenapa saya hadir disini, karena saya melihat program BPJS Ketenagakerjaan ini adalah salah satu program pemerintah yang dimana DPR perlu memantau sampai dimana program ini berjalan dan apakah benar-benar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar dia.
Ia mengungkapkan, pelaksanaan acara tersebut bukan acara pencitraan tapi untuk menunjukan komitmen BPJS Ketenagakerjaan dan komitmen pemerintah daerah (Bone Bolango) melalui BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sulawesi dan Maluku Toto Suharto mengaku bersyukur acara tersebut bisa terlaksana dengan baik dan sukses berkat bantuan dan kerja sama dengan Pemda Bone Bolango.
”Ini merupakan salah satu sinergi yang bagus menurut kami karena sebagai tugas dari pemerintah memberikan perhatian dan perlindungan kepada pekerja rentan,”ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bone Bolango yang sudah melindungi 20 ribu pekerja informal yang dibuktikan dengan penyerahan secara simbolis klaim santunan untuk 41 ahli waris penerima manfaat.
Toto Suharto, melalui Wakil Ketua DPR RI bapak Rachmat Gobel menyampaikan jika saat ini pihaknya sedang mengajukan RPP untuk peningkatan manfaat dari Rp. 24 juta ke angka Rp. 30 juta dan ditambah beasiswa Rp. 12 juta menjadi Rp. 42 juta.
”Ini dalam rangka mewujudkan dan mengoptimalkan manfaat jadi peserta perlindungan jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan,” jelas Toto Suharto.
Ia menjelaskan Indonesia memiliki dua jenis program BPJS, yakni BPJS Kesehatan tugasnya mengurusi kesehatan, dan BPJS Ketenagakerjaan yang mengurusi pekerja untuk empat program, jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP).
BPJS Ketenagakerjaan, kata dia, semula hanya melindungi pekerja formal atau penerima upah yang dalam hal ini didukung oleh serikat pekerja dan pengusaha. “Namun sekarang berubah, semua jenis pekerjaan itu menjadi tugas BPJS Ketenagakerjaannya dalam rangka untuk memastikan terlindunginya semua pekerja,” tambahnya.
Toto Suharto mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, termasuk serikat pekerja dan pengusaha yang sudah memberikan perlindungan kepada pekerjanya dalam rangka menjamin kesejahteraan daripada pekerja itu sendiri. # [KP]





