PT BJA Dkk Bersatu Ringankan Derita Korban Banjir Akibat Cuaca Ekstrem di Pohuwato

BERITA, DAERAH, GORONTALO96 Dilihat

GORONTALO [kabarpublik.id] – PT Biomasa Jaya Abadi (BJA), PT Inti Global Laksana (IGL), dan PT Banyan Tumbuh Lestari (BTL) bersama-sama melaksanakan aksi tanggap darurat terhadap bencana banjir yang melanda Kecamatan Lemito, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Banjir yang terjadi dalam sepekan terakhir ini disebabkan oleh curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem, mengakibatkan sebagian wilayah Kabupaten Pohuwato terdampak.

Pada Selasa, 25 Juni 2024, PT BJA, IGL, dan BTL mengunjungi lokasi terdampak banjir di tiga desa yakni Lemito Utara, Lemito, dan Kenari. Dalam kunjungan ini, ketiga perusahaan tersebut menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada para korban banjir di dapur umum Kecamatan Lemito, yang berfungsi sebagai pusat penyaluran bantuan.

Bantuan yang disalurkan oleh PT BJA, PT IGL, dan PT BTL meliputi 500 kg beras, mie instan, telur, serta pengisian ulang tabung gas Elpiji ukuran 12 kg dan 5 kg. Bantuan ini diterima oleh Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Pohuwato, Kepala Desa Lemito Utara, anggota Tagana (Taruna Siaga Bencana) Kecamatan Lemito, petugas Babinsa, dan petugas dapur umum Kecamatan Lemito.

Respons positif datang dari Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, yang melalui sambungan telepon kepada Sekretaris Dinas Sosial Pohuwato, mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh PT BJA, IGL, dan BTL.

Zunaidi, Juru Bicara PT BJA, IGL, dan BTL, menyatakan keprihatinannya atas terjadinya banjir di beberapa wilayah Gorontalo dan Sulawesi Tengah, termasuk di Pohuwato.

PT. BJA Memberikan bantuan dan diterima oleh Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Pohuwato, Kepala desa Lemito Utara, Anggota Tagana (Taruna Siaga Bencana) Kecamatan Lemito, petugas Babinsa, dan petugas dapur umum Kecamatan Lemito. Foto: Istimewa

“Manajemen PT BJA, IGL, dan BTL mendoakan agar banjir segera surut. Semoga bantuan dari perusahaan bisa bermanfaat, menjadi berkah, dan bisa meringankan warga yang terdampak banjir. Kami siap untuk membantu masyarakat dalam situasi sulit ini,” ujar Zunaidi, dalam keterangan resminya.

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 16 Juni lalu, banjir di Pohuwato telah berdampak pada 2.125 jiwa dan 901 rumah di beberapa kecamatan. BNPB menyebutkan, banjir tersebut dipicu oleh hujan deras yang terus mengguyur sejak 15 Juni.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini bahwa wilayah Pohuwato masih berpotensi dilanda hujan lebat dengan status waspada.

BMKG juga mengingatkan bahwa fenomena La Nina, yang diperkirakan tiba di Indonesia pada Juni 2024, akan meningkatkan intensitas hujan di atas rata-rata sehingga memicu hujan deras, badai, dan banjir.

Selain Pohuwato, banjir akibat cuaca ekstrem dan hujan dengan intensitas tinggi juga melanda beberapa daerah di Sulawesi, termasuk Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, dan Donggala di Sulawesi Tengah, yang menyebabkan kerusakan signifikan dan mengakibatkan banyak warga terdampak.

“Fenomena La Nina perlu diwaspadai oleh seluruh pemangku kepentingan. Curah hujan di wilayah ini memang berada di atas rata-rata normal dengan intensitas yang sangat tinggi sehingga debit air sangat tinggi,” kata Zunaidi.

Tindakan cepat dan tanggap dari PT BJA, IGL, dan BTL ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak banjir dan menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk turut serta dalam aksi kemanusiaan menghadapi bencana.

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar