Presiden Luncurkan Gerakan Indonesia Asri, Kemenag Perkuat Ekoteologi dan Aksi Lingkungan

Senin, 2 Feb 2026
Presiden Prabowo Subianto dalam Rakornas 2026 di Bogor, Senin (2/2/26) (Foto: Tangkapan layar)
Dengarkan dgn suara Siap
29K pembaca

BOGOR (kabarpublik.id) – Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Gerakan Indonesia Asri dan menginstruksikan seluruh pimpinan kementerian, lembaga negara, serta kepala daerah untuk turun langsung menangani persoalan sampah secara masif dan berkelanjutan. Arahan tersebut disampaikan Presiden dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/26).

Rakornas 2026 diikuti 4.011 peserta yang terdiri atas pimpinan kementerian dan lembaga, serta kepala daerah provinsi hingga kabupaten/kota se-Indonesia. Kementerian Agama turut hadir dalam forum strategis tersebut, dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama Wakil Menteri Agama Romo H.R. Muhammad Syafi’i dan jajaran pejabat eselon I.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan ancaman serius bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Presiden menyebut sampah sebagai “bencana” dan “penyakit” yang harus ditangani bersama melalui kepemimpinan yang memberi contoh nyata.

“Saya perintahkan para pimpinan kementerian dan lembaga untuk bersih-bersih. Kalau bisa setiap hari, 30 menit sebelum masuk kantor, pastikan lingkungan kerja bersih dan asri,” tegas Presiden.

Instruksi tersebut sejalan dengan komitmen Kementerian Agama dalam mengarusutamakan Ekoteologi, yakni pandangan keagamaan yang menekankan tanggung jawab manusia menjaga keseimbangan alam sebagai bagian dari ibadah. Bagi Kemenag, pelestarian lingkungan bukan hanya aktivitas teknis, tetapi wujud nilai spiritual dalam relasi manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam semesta.

Kementerian Agama juga telah mengambil langkah konkret melalui kebijakan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai secara bertahap di lingkungan kerja, baik di pusat maupun daerah. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran aparatur sipil negara terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui tindakan sederhana namun berdampak luas.

Dengan jejaring kelembagaan yang menjangkau hingga tingkat Kantor Urusan Agama (KUA), madrasah, dan perguruan tinggi keagamaan, Kemenag memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan pesan Gerakan Indonesia Asri.

Edukasi lingkungan akan terus diintegrasikan dalam dakwah keagamaan dan sistem pendidikan guna memperkuat kesadaran kolektif menghadapi tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan.

No More Posts Available.

No more pages to load.