PERINGATAN HARI KELAUTAN NASIONAL, MORA : MARI JAGA LAUT RAJA AMPAT DARI ILLEGAL FISHING

Jumat, 3 Jul 2020
Pembentangan-spanduk
Dengarkan dgn suara Siap
6.9K pembaca

Laporan: Rijali (JMSI), Editor: Mahmud Marhaba

RAJA AMPAT [KP] – Peringatan hari Kelautan Nasional 2 Juli 2020, Molo Ombin Raja Ampat (MORA) mengelar beragam kegiatan dengan tujuan menjaga laut Raja Ampat dari illegal fishing agar laut tetap lestari, berlangsung di pulau Saonek Mondey, Kamis (02/07/2020).

Gambar konten
Sumber: Kabarpublik.id

Bertepatan momentum Hari Kelautan Nasional pada setiap tanggal 2 Juli, perkumpulan selam untuk wanita juga memperkenalkan wadahnya yaitu MORA atau Molo Ombin Raja Ampat sekaligus mempromosikan dive spot ship wreck Saonek Mondey serta selamatkan laut dari sampah.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut diantaranya, pembentangan spanduk depan kapal, pemancangan gerbang spot foto “Raja Ampat” dalam laut, serta pembersihan laut itu, dengan tema: “Save ocean” mari menjaga laut Raja Ampat dari illegal fishing agar laut tetap lestari, terumbuh karang tetap sehat untuk menjadi rumah bagi para ikan karena ikan menanti sumber protein.

Kegiatan hari Kelautan Nasional dibuka secara resmi oleh Kapolsek Raja Ampat, AKBP. Andre JW Manuputty, SIK. Turut hadir Koordinator Satuan Kerja BKKPN SAP Kupang cabang Waigeo Barat, Raja Ampat (M. Ramli Firman), Basarnas, Pos TNI AL dan sejumlah anggota MORA.

Ketua panitia, Yuli E.L. Pandin, dalam laporannya menjelaskan, Molo Ombin Raja Ampat (MORA) merupakan organisasi wanita yang didirikan untuk mengembangan minat dan bakat olah raga selam wanita di kabupaten Raja Ampat.

“MORA ini terbentuk dilatar belakangi karena hobi menyelam di Raja Ampat dari tiga orang penyelam yaitu Yuli E.L. Pandin, Zakarias Wader dan Diana Yurip. Dengan itu munculnya ide untuk membentuk wadah perkumpulan selam untuk wanita”, kisahnya.

MORA hadir untuk membina dan menciptakan sumber daya manusia (SDM) wanita yang memiliki kemampuan lebih dengan mengorientasΔ±kan program dan pada olah raga selam dalam mendukung pemerintah untuk kegiatan kepariwisataan, pendidikan dan konservasi di kabupaten Raja Ampat.

Selain itu Yuli mengajak para undangan dan seluruh masyarakat Raja Ampat untuk menjaga laut raja Ampat dari illegal Fishing yang mengancam terumpu karang dan spot laut di perairan Raja Ampat serta menjaga kebersihan agar laut tetap lestari.

“Hari Kelautan diperingati untuk menekankan kepada masyarakat betapa pentingnya ekosistem laut. Anugerah alam yang dimiliki Raja Ampat harus dijaga kelestariannya sehingga generasi berikutnya dapat tetap menikmati manfaat dan keindahan laut”, terang ketua panitia.

Mempromosikan dive spot ship wreck Saonek Mondey, kata Yuli, dive bangkai kapal depan Saonek Mondey kedalaman 31 meter, maka kegiatan ini digelar di pulau Saonek Mondey karena dive spot bangkai kapal di depan pulau Saonek Mondey merupakan bukti warning bagi para pelanggar hukum khususnya pelaku illegal fishing di Raja Ampat”, pungkas Yuli.

Personil yang terlibat hari Kelautan Nasional 2020 diataraya, 26 divers: 8 anggota MORA 4 Fotografer, 6 guard, 8 tamu undangan, 11 orang keamanan di darat, dan 2 orang tenaga kesehatan.#[KP]

No More Posts Available.

No more pages to load.