DARI PERINGATAN HARI KELAUTAN NASIONAL, SELAMATKAN KEKAYAAN LAUT RAJA AMPAT

Jumat, 3 Jul 2020
Anggota MORA bersama Kapolsek Raja Ampat, Ketua BKKPN SAP Kupang Waigeo Barat, perwakilan Basarnas, perwakilan Pos Angkatan Laut
Dengarkan dgn suara Siap
8K pembaca

Laporan: Rijali (JMSI), Editor: Mahmud Marhaba

RAJA AMPAT [KP] – Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar didunia, dengan luas terbentang sekitar 5 juta KM persegi. Dibandingkan dengan darat yang tidak lebih dari 2 juta KM persegi di dalamnya termasuk perairan Raja Ampat yang berada dikawasan segitiga karang dunia.

Gambar konten
Sumber: Kabarpublik.id

Tentunya potensi perairan Raja Ampat yang terdapat sekitaran 500 jenis terumbuh karang yang pernah di temui dunia, itu artinya 70% jenis terumbuh karang tersebut ada di Raja Ampat.

Hal itu di sampaikan langsung ooeh Koordinator Satuan Kerja BKKPN SAP Kupang Cabang Waigeo Barat, Raka Ampat M. Ramli Firman dalam sambutan Peringatan Hari Kelautan Nasional jatuh tanggal 2 Juli yang digelar Molo Ombin Raja Ampat (MORA) yang berlangsung di pulau Saonek Mondey, Kamis (02/07/2020).

“Itu artinya potensi Raja Ampat masih unggul, maka tidak heran Raja Ampat menjadi destinasi wisata Dreiver seluruh dunia bahkan menarik simpati para peneliti”, katanya.

Lanjut Ramli, tentunya sebagai koordinator BKKPN sangat mendukung serta meberikan apresiasi terhadap MORA atas kegiatan peringatan hari Kelautan Nasional dengan melakukan berbagai peningkatan edukasi atas perlindungan dan kebersihan laut Raja Ampat.

“Sekarang ini semakin banyak buangnya sampah sembarangan, tidak lagi perhatikan kebersihan laut bahkan penggunaan penangkapan ikan yang over fishing dan itu bisa merusak ekosistem laut”, ujarnya.

Selain itu kata Ramli, jika kebersihan tidak lagi di jaga tentunya terumbu karang mulai rusak, maka yang akan terjadi kedepan Raja Ampat tidak lagi jadi destinasi wisata dan otomatis akan berdampak pada PAD dan ekonomi rakyat.

“Untuk itu edukasi penyadaran mesti dapat kita tingkatkan sehingga lingkungan kita dapat terjaga. Ini tidak hanya memharapkan pemerintah, namun bagi pemerhati dan bahkan Komunitas yang berkaitan dengan perlindungan laut dan lingkungan juga terus dapat memberikan edukasi untuk dapat menjaga keragaman hayati laut kita yang ada di Raja Ampat”, ajak ketua BKKPN itu.

Sementara itu, Kapolres Raja Ampat, AKBP. Andre JW Manuputty, SIK dalam sambutannya juga mengapresiasi kegiatan MORA dan semoga kedepan kegiatan seperti pembersihan laut dan pemancangan tiang tetap dilaksanakan.

“Laut Raja Ampat ini sangat kaya dan itu dapat saya buktikan sendiri lewat beberapa spot yang telah saya kunjungi memang sangat luar biasa keindahannya”, akunya.

“Dengan Kekayaan laut yang ada di Raja Ampat ini jika kita sendiri tidak jaga, maka kita sendiri yang rugi nantinya, Karena dengan laut inilah ekonomi Masyarakat dengan mudah di dapatkan”, sambung Kapolres.

Lanjutnya, sangat penting sekali harus menjaga laut Raja Ampat, baik itu terumbuh karang, dan kelestarianya, karena dengan panasnya globalisasi saat ini maka semakin meningkat terumbuh karang kita di Raja Ampat mulai rusak.

“Jadi keindahan kekayaan laut di Raja Ampat, kita harus menjaga sebisa mungkin dan melestarikan agar dengan mudah menarik simpati bagi wisata dan menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat”, ajak Kapolres sambil itu membuka kegiatan dengan resmi.

Kegiatan tersebut di buka langsung oleh Kapolsek Raja Ampat, AKBP. Andre JW Manuputty, SIK yang di hadir Koordinator Satuan Kerja BKKPN SAP Kupang Waigeo Barat Raja Ampat M. Ramli Firman, perwakilan Basarnas, perwakilan Pos TNI AL dan sejumlah anggota MORA.#[KP]

No More Posts Available.

No more pages to load.