Pratikno menegaskan pemerintah memperkuat program prioritas nasional bidang olahraga sebagai bagian dari arahan Prabowo Subianto untuk mewujudkan kedigdayaan bangsa melalui prestasi olahraga.
Penegasan itu disampaikan saat Rapat Tingkat Menteri (RTM) Program Prioritas Nasional Keolahragaan di Kantor Kemenko PMK, Kamis (19/2/2026).
Pratikno menjelaskan, pemerintah menambah cabang olahraga unggulan dari 14 menjadi 21 cabang sebagai fokus pembinaan nasional. Selain itu, pemerintah akan membangun kawasan pembinaan olahraga berstandar internasional dan memastikan kesejahteraan atlet lebih terjamin.
“Arahan Presiden jelas, kita harus mewujudkan kedigdayaan bangsa melalui olahraga. Tidak hanya menambah cabang unggulan menjadi 21, tetapi juga membangun kawasan pembinaan berstandar internasional dan memastikan kesejahteraan atlet terjamin,” ujar Pratikno.
Akademi Olahraga Nasional di Ranca Bungur
RTM menyepakati pembangunan Akademi Pelatihan Olahraga Nasional di Ranca Bungur, Kabupaten Bogor, di atas lahan sekitar 500 hektare. Kawasan ini dirancang sebagai ekosistem terpadu yang mencakup pendidikan, pelatihan, sport science, serta layanan kesehatan olahraga.
Sejumlah kementerian dan lembaga menyatakan dukungan percepatan pembangunan, antara lain Kementerian PU, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, BUMN, serta pemerintah daerah.
Selain itu, kawasan Cibubur akan ditransformasi menjadi pusat Sports Wellness, rehabilitasi, dan sports science yang terintegrasi dengan Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON). Pengembangan ini diarahkan menjadi sport center terpadu berstandar internasional.
Penguatan Beasiswa dan Target Olimpiade 2028
Pemerintah juga memperkuat Beasiswa Prestasi Olahraga bagi atlet, pelatih, dan tenaga manajemen melalui kolaborasi dengan LPDP dan Kemendiktisaintek.
Langkah strategis ini menjadi fondasi menuju target prestasi di SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade 2028. Pemerintah pusat dan daerah akan berbagi peran secara jelas dalam pembinaan 21 cabang olahraga unggulan.
“Program ini tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Semua harus bergerak dengan aksi nyata agar target besar olahraga nasional sesuai harapan Presiden benar-benar tercapai,” tegas Pratikno.





