Breaking News
Live Update Berita Terkini

NELSON SOSIALISASIKAN PRA KONDISI SAAT NEW NORMAL DI KABGOR

Jumat, 12 Jun 2020
Editor:
Foto Bupati Gorontalo bersama Ketua Tim PKK Kabupaten Gorontalo Forry Naway saat mengunjungi wisata hutan pinus Motilango, Sabtu (21/03/2020)
Dengarkan dgn suara Siap
9.9K pembaca

Laporan : Hidayat Mokambu (JMSI), Editor : Mahmud Marhaba

KABUPATEN GORONTALO [KP] – Bagi anda yang saat ini tengah diselimuti dengan rasa jenuh yang diakibatkan oleh penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan diharuskan untuk berdiam diri di rumah, maka, sebentar lagi kejenuhan anda akan segera berakhir.

Pasalnya, penerapan PSBB akan segera berakhir, dan nantinya pemerintah daerah setempat akan menerapkan norma perilaku baru atau yang lebih dikenal dengan new normal.

Dengan demikian, maka seluruh tempat-tempat umum akan segera dibuka, tak hanya tempat ibadah dan pusat pembelanjaan saja yang di buka, melainkan tempat wisata pun sudah bisa anda kunjungi disaat penerapan norma perilaku baru.

Hal ini dikatakan langsung oleh Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo saat di temui oleh awak media kabarpublik.id, Kamis (11/06/2020).

Dirinya mengatakan untuk tahap pertama jelang penerapan norma perilaku baru ini beberapa bagian penting sudah mulai beroperasi, seperti Budaya, ekonomi, Ibadah, dan perkantoran.

“Dan untuk tahap berikutnya ini sudah berbicara fasilitas umum seperti perhubungan, pariwisata, olahraga dan seterusnya,” ucap Nelson.

Disamping itu juga dia menambahkan untuk saat ini dirinya sudah mulai membahas untuk pra kondisi dalam kurun waktu dua minggu kedepan.

“Itu baru pra kondisi ya, jadi kita ciptakan dulu simulasi, karena ini melibatkan banyak orang,” tambahnya lagi.

Di tempat yang berbeda, kepala Desa Mootilango, Ishak Buna, menjelaskan apabila hal tersebut sudah ditetapkan oleh Bupati Gorontalo, maka dirinya akan berkonsultasi langsung dengan pihak pemerintah daerah Kabupaten terkait dengan teknis yang akan di terapkan di lapangan nanti.

Pasalnya, Hutan pinus yang ada di desa motilango tersebut sudah banyak dilirik oleh kaum muda-mudi untuk menghabiskan akhir pekannya di tempat tersebut sebelum akhirnya diburamkan oleh Covid-19. Dan untuk menghindari lonjakan pengunjung kepala Desa mengatakan akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.


“kalau misalkan nantinya akan dibuka, maka kita akan mempergunakan protokol kesehatan secara ketat,” pungkasnya #[KP].

No More Posts Available.

No more pages to load.