Menaker Dorong SDM Vokasi Siap Kerja dan Mampu Ciptakan Inovasi

Senin, 11 Mei 2026
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat membuka kegiatan Talent & Innovation Hub Activation Series bertema From Talent to Market di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (10/5/26). (Sumber: Biro Humas Kemnaker)
Dengarkan dgn suara Siap
7.1K pembaca

BANDUNG (kabarpublik.id) – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pentingnya penguatan ekosistem pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui sinergi antara pelatihan vokasi, pendidikan, dan dunia industri guna menghadapi tantangan digitalisasi serta perkembangan kecerdasan artifisial (AI).

Hal tersebut disampaikan Yassierli saat membuka kegiatan Talent & Innovation Hub Activation Series bertema From Talent to Market di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (10/5/2026).

Menurutnya, pengembangan SDM tidak hanya berfokus pada kesiapan memasuki dunia kerja, tetapi juga harus mampu melahirkan generasi muda yang inovatif dan mampu menciptakan peluang usaha baru.

“Talenta muda perlu dipersiapkan tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan solusi inovatif,” ujar Yassierli.

Ia menjelaskan, Talent & Innovation Hub merupakan langkah Kementerian Ketenagakerjaan untuk memperkuat keterhubungan antara pelatihan vokasi, pendidikan, dan industri dalam mencetak SDM yang produktif, adaptif, serta memiliki daya saing global.

“Dari learning menjadi earning, dari potensi menjadi produktivitas,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker Estiarty Haryani mengatakan program tersebut juga diarahkan untuk mendorong lahirnya wirausaha muda dan startup berbasis inovasi.

Menurut Estiarty, Talent & Innovation Hub diharapkan menjadi ruang pengembangan talenta yang terintegrasi, mulai dari peningkatan kesiapan kerja, pengembangan kewirausahaan, hingga perluasan akses jejaring dan pasar.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara pemerintah dengan perguruan tinggi, perusahaan, asosiasi, dan yayasan guna memperkuat sinergi pengembangan talenta, penempatan tenaga kerja, serta pemberdayaan tenaga kerja muda dan penyandang disabilitas.

Kegiatan ini diikuti sekitar 1.200 peserta secara luring dan daring yang berasal dari alumni pelatihan vokasi, pencari kerja, pelaku UMKM, startup, perguruan tinggi, industri, hingga komunitas.

No More Posts Available.

No more pages to load.