Dalam wawancara dengan stasiun televisi France 2 pada Kamis (18/6), Macron mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump benar ketika meminta pemimpin Israel Benjamin Netanyahu untuk “menunjukkan rasa tanggung jawab.”
Ia menegaskan bahwa keamanan Israel tidak dapat dijamin melalui pendudukan atau penguasaan wilayah di negara-negara tetangganya.
“Strategi yang terus dijalankan (Netanyahu) di Gaza, Tepi Barat, dan Lebanon selatan dalam jangka panjang bertentangan dengan kepentingan Israel karena memicu kebencian dan kekerasan di kalangan masyarakat di kawasan itu,” kata Macron.
Ia kembali menekankan pentingnya perjanjian perdamaian Iran yang baru ditandatangani bagi Lebanon.
- Jajaki Kerjasama, Rombongan Kementerian Pendidikan Johor Malaysia Datang Ke Tanah Datar
- HARI INI UNBK TINGKAT SD DAN SMP DILAKSANAKAN SERENTAK, BUPATI NELSON PASTIKAN TAK ADA KENDALA
- Kasat Reskrim Polres Gorontalo dan Ketua Dewan Pembina Yayasan UG Dukung Edukasi Trading Broker Resmi IBF Trader Rahmat Is Ambo
“Kami akan segera memobilisasi komunitas internasional untuk membantu tentara Lebanon mendapatkan kembali kendali atas wilayahnya,” katanya.
Macron menegaskan bahwa konflik dengan Iran belum sepenuhnya berakhir meski kesepakatan telah tercapai. Ia menyatakan bahwa fase baru kerja sama dan dialog kini telah dimulai.
“Selalu lebih baik memiliki sebuah kesepakatan daripada perang, terutama ketika terdapat risiko eskalasi, dan itulah yang terjadi,” katanya.
“Kita tidak dapat mencapai pergantian rezim melalui pengeboman,” kata Macron.
Sumber: Anadolu (ant)







