Laporan : Tim Kabar Publik
Editor : Mahmud Marhaba
GORONTALO (KP) – Pelayanan ibadah Umroh ke tanah suci, kini semakin mudah dengan hadirnya pelayaran keberangkatan jemaah Umroh yang ditangani langsung oleh Tour and Travel dari Gorontalo. Salah satu jasa pelayanan pemberangkatan jemaah Umroh adalah Tour and Travel Lamahu, yang milik dan ditangani langsung oleh putra asli Gorontalo.
Ferdi Tohopi, SE selaku Direktur Tour and Travel Lamahu mengatakan pada acara launching yang sekaligus dengan pelepasan jemaah Umroh, Jumaat (13/04/2018) di mess haji Gorontalo menegaskan, kelengkapan legalitas Travel miliknya sudah dikantonginya sejak 1 Maret 2018 lalu. Pemberangkatan jemaah Umroh ini sesungguhnya bukan merupakan hal yang baru, tetapi sebelumnya, dirinya sudah memberangkatkan jemaah Umroh 7 kali meski masih menggunakan bendera lain. masih bekerjasama dengan. 89 jemaah Umroh yang diberangkatkan dari Gorontalo dilepas oleh Wakil Gubernur Gorontalo, sementara 4 jemaah lainnya langsung bergabung di Jakarta.“Kami memberikan jaminan yang pasti saat menggunakan fasiltas kami dan tentu pelayanan yang kai berikan terbaik dan jauh dari keluhan jemaah,” ungkap Ferdi Tohopi, SE.
Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama provinsi Gorontalo, Kudrat Dukalang, pada acara tersebut menegaskan bahwa Umroh memiliki beberapa aspek diantaranya aspek ibadah, aspek wisata rohani dan aspek meningkatkan ekonomi.
“Ada yang memanfaatkan kegiatan ini dengan meraup keuntungan dengan cara yang curang dan menipu. Olehnya, PT Lamahu dalam pelayanan management wajib mempertanggungjawabkan semua ini sehingga mampu menepis isue terkait penyelenggaraan Umroh yang buruk,” ungkap Dukalang yang baru beberapa hari menjabat Kepala Kantor Wilayah Kemenag Gorontalo.
Dirinya pun memaparkan singkat Program Smart Umroh dimana penanganan jemaah Umroh lakukan pemberangkatan dan kedatangan dilayani dengan baik dan profesional dari Kementrian Agama.
“Kami mendorong kepada Travel agar dapat berbuat yang terbaik, saya berharap agar masyarakat tidak tergiur umroh yang murah. Jika ini terjadi pasti perjalannya sulit dan banyak megalami kesulitan. Beberapa contoh traver di tanah air, yang akhirnya bermuara ke jalur hukum,” ungkap Kakanwil.
Dirinya pun berpesan, agar jemaah Umroh usai melakukan ibadah harus mengalami perubahan termasuk perubahan karakter, tutur kata dan sikap yang patut dicontohi oleh orang lain dan mampu menyandang Umroh mabrur.
Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag RI Dr. Muhajirin Yanis, dalam tugasnya ke Gorontalo untuk memantau seleksi petugas haji baik petugas kloter maupun non kloter, mengungkapkan kebanggaannya atas pelayanan haji dan umroh di Gorontalo, karena semua jamaah haji langsung dilepas di Mess haji Gorontalo.
Wakil Gubernur Gorontalo, DR. H. Idris Rahim, MM dalam penyampaiannya mengatakan terjadi peningkatan keberangkatan Umroh. Ini dimungkinkan karena antri haji yang cukup panjang. Juga ini dibuktikan dengan tingkat keimanan yang tinggi dari masyarakat. Dalam candaannya, Wagub berkelakar terhadap direktur PT. Lamahu, Ferdi Tohopi, yang merupakan putra Bone Pantai untuk diganti namanya menjadi Firdaus. Spontan hal ini disambut tawa dan tepuk tangan para undangan dan jemaah yang siap berangkat Umroh.
Dirinya berharap agar pelaksanaan umroh cukup 1 kali atau 2 kali saja. “Yang dilihat dari ibadah Umroh itu bukan dari kuantitas tetapi kualitas. Kita beri kesempatan kepada yang lain untuk bisa melakukan hal sama,” ungkap Wagub yang diakhir launching melepas jemaah Umroh.#(KP)





