Breaking News
Live Update Berita Terkini

Ketegangan Global Meningkat, Bahlil Tekankan Kerja Sama Ketahanan Energi Dunia

Senin, 16 Mar 2026
Editor: Eky
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menghadiri Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum (IPEM) di Tokyo, Jepang, membahas penguatan ketahanan energi global di tengah ketegangan geopolitik dunia. (Sumber: esdm.go.id)
Dengarkan dgn suara Siap
26.1K pembaca

TOKYO (kabarpublik.id) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pentingnya kerja sama antarnegara dalam menjaga ketahanan energi global di tengah ketegangan geopolitik dunia.

Hal tersebut disampaikan Bahlil saat menghadiri Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum (IPEM) yang digelar di Tokyo, Jepang, Minggu (15/3) waktu setempat.

Forum yang dihadiri para menteri energi dan pelaku industri dari negara-negara kawasan Indo-Pasifik ini menjadi ruang diskusi untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi ketidakpastian pasokan energi global.

“Di tengah ketidakpastian pasokan energi dunia saat ini, kita perlu memperkuat kolaborasi yang saling menguatkan, bukan justru saling menjatuhkan,” kata Bahlil di hadapan para delegasi.

Menurutnya, Indonesia telah menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung stabilitas pasokan energi global. Salah satunya melalui pengiriman sekitar 150 kargo Liquefied Natural Gas (LNG) pada 2025.

Selain LNG, Indonesia juga menjadi salah satu pemasok utama batu bara dunia dengan kontribusi sekitar setengah dari total perdagangan batu bara global.

Bahlil menilai kontribusi ekspor energi tersebut turut membantu menjaga stabilitas pasokan energi internasional.

Namun, ia juga menegaskan bahwa setiap negara tetap harus memprioritaskan kepentingan energi domestiknya.

“Sebagai negara pengimpor minyak, jika kebutuhan energi tidak dapat kami amankan, maka kami harus memanfaatkan potensi energi dalam negeri, termasuk meningkatkan pemanfaatan Crude Palm Oil menjadi biodiesel,” jelasnya.

Indonesia sendiri merupakan produsen dan eksportir Crude Palm Oil (CPO) terbesar di dunia dengan volume ekspor mencapai sekitar 30 juta ton per tahun.

Dalam forum tersebut, Bahlil juga menyinggung bahwa meski terdapat komitmen global melalui Perjanjian Paris untuk mengurangi penggunaan batu bara, kenyataannya sejumlah negara justru meningkatkan impor batu bara dari Indonesia.

Di sisi lain, pemerintah tetap berkomitmen mendorong transisi energi dan pengembangan energi baru terbarukan.

Salah satu langkah yang tengah diprioritaskan adalah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 Gigawatt sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Indonesia sangat berkomitmen mendorong transisi energi, termasuk melalui program PLTS 100 GW serta menggantikan pembangkit listrik diesel dengan energi surya,” tegas Bahlil.

Forum energi di Tokyo tersebut merupakan pertemuan tingkat tinggi yang mempertemukan pemerintah dan pelaku usaha energi untuk membahas keamanan pasokan energi di kawasan Indo-Pasifik.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI) bersama National Energy Dominance Council Amerika Serikat.

Pertemuan tersebut juga menghasilkan pernyataan bersama yang menekankan pentingnya memperkuat ketahanan energi kawasan sekaligus menghormati jalur transisi energi yang dipilih masing-masing negara.

No More Posts Available.

No more pages to load.