TORONTO (kabarpublik.id) – Pemerintah Kanada mengancam akan memaksa produsen baja asal Amerika Serikat, Cleveland-Cliffs, menjual asetnya di Kanada jika perusahaan tersebut tidak memenuhi komitmen ketenagakerjaan setelah berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 500 pekerja di Stelco.
Menteri Perindustrian Kanada, Melanie Joly, menegaskan bahwa Cleveland-Cliffs harus mematuhi komitmen mempertahankan lapangan kerja yang menjadi salah satu syarat akuisisi Stelco pada 2024.
“Mereka harus mempertahankan lapangan kerja di Kanada atau menghadapi kemungkinan harus menjual aset mereka di Kanada,” kata Joly dalam pidatonya di Canadian Club, Toronto, Jumat (16/10/2026).
Pernyataan tersebut mempertegas sikap pemerintah Kanada yang sebelumnya telah memperingatkan kemungkinan menempuh jalur hukum untuk merespons rencana PHK tersebut.
Joly mengatakan pemerintah telah menyiapkan langkah hukum guna memastikan perusahaan memenuhi kewajibannya.
“Kami telah merekrut pengacara terbaik di kota ini pada akhir pekan,” ujar Joly kepada wartawan setelah menyampaikan pidatonya.
Pemerintah Kanada menyebut Cleveland-Cliffs telah berkomitmen mempertahankan lapangan kerja di Stelco sebagai salah satu persyaratan persetujuan akuisisi berdasarkan Undang-Undang Investasi Kanada pada 2024.
Cleveland-Cliffs Sebut Tarif AS Picu Rencana PHK
Direktur Utama Cleveland-Cliffs, Lourenco Goncalves, mengkritik respons pemerintah Kanada terhadap rencana pengurangan tenaga kerja di Stelco.
Dalam wawancara dengan BNN Bloomberg pada Kamis (15/10/2026), Goncalves menuding pemerintah Kanada menggunakan taktik intimidasi dan pelecehan terhadap perusahaannya.
Ia menegaskan bahwa PHK yang direncanakan hanya bersifat sementara. Menurutnya, keputusan tersebut diperlukan untuk menghadapi tekanan bisnis akibat tarif yang diberlakukan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Kanada.
Perusahaan menilai kebijakan tarif tersebut memberikan tekanan terhadap industri baja dan memengaruhi keputusan operasionalnya.
Namun, pemerintah Kanada menegaskan bahwa kondisi bisnis tidak menghapus kewajiban perusahaan untuk memenuhi komitmen yang telah disepakati ketika mengambil alih Stelco.
Kanada Tegaskan Komitmen Perlindungan Pekerja
Joly mengatakan pemerintah Kanada tetap terbuka terhadap investasi asing. Namun, investor harus mematuhi ketentuan yang berlaku dan memenuhi komitmen yang menjadi dasar persetujuan investasi mereka.
Menurutnya, pemerintah berkewajiban melindungi pekerja Kanada sekaligus memastikan perusahaan asing menjalankan tanggung jawabnya terhadap perekonomian nasional.
“Kami ingin menyampaikan pesan kepada perusahaan asing bahwa kami tentu terbuka untuk bisnis. Namun, jika Anda datang dan berinvestasi di negara kami, Anda harus memenuhi komitmen Anda,” kata Joly.
Perselisihan antara pemerintah Kanada dan Cleveland-Cliffs ini menyoroti ketegangan antara kewajiban investor asing, perlindungan tenaga kerja, dan tekanan ekonomi akibat kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat.
Nasib lebih dari 500 pekerja Stelco kini menjadi perhatian di tengah upaya pemerintah Kanada memastikan komitmen ketenagakerjaan tetap dijalankan.




