Laporan : Jarber SMSI
Editor : Mahmud Marhaba
POHUWATO [KP] – Jelang pertarungan Pilkada di Pohuwato, berbagai spekulasi bermunculan pasangan calon yang akan bertarung 2020 mendatang.
Pilkada Pohuwato menjadi sangat seksi jabatan Bupati tidak akan diikuti oleh incumben. Pasalnya, Syarif Mbuinga akan berakhir masa jabatannya sebagai Bupati Pohuwato pada 2021 mendatang. Kecuali jika ada keputusan lain, yang diputuskan ditengah jalan nanti, terkait masa jabatan pimpinan daerah 3 periode.
Santer nama Iwan Adam menjadi trend di Pilkada Pohuwato saat ini. Beberapa calon wakil mulai digadang untuk dipasangkan dengan dirinya.
- Sentuh Tanahku sebagai Solusi Digital untuk Manajemen Aset Tanah Pribadi Masyarakat
- Diundang Khusus Reses Komisi V DPR-RI, Wako Riza Falepi Perjuangkan Jalan Lingkar Utara, Lanjutan Batang Agam, Hingga Layanan Air Bersih Dan Sanitasi
- BNN BOALEMO LAKUKAN SOSIALISASI P4GN PADA MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH (MPLS) BAGI SISWA BARU
Tercatat beberapa calon yang sering diwacanakan diantaranya Suharsi Igirisa dan Arifin Djakani. Calon ini pun menghiasi perjalanan media di Gorontalo.
Menariknya, ada wacana baru jika Iwan Adam ingin dipasangkan dengan Jeanette Kilapong istri sang Bupati saat ini, Syarif Mbuinga. Tentu ini menambah daftar calon Wakil Bupati yang bakal ramai dipasangkan dengan dirinya.
Iwan Adam, calon Bupati Pohuwato itu pada dasarnya sangat welcom dengan apa yang diwacanakan oleh berbagai kalangan. Dirinya menyerahkan semua ini kepada mekanisme Partai.
“Dengan siapapun saya siap yang penting itu diinginkan rakyat dan dikehendaki Partai,” ungkap Iwan Adam kepada media ini. Ditegaskannya, ia sangat menghargai aspirasi dari masyarakat, namun ia pun tunduk dan patuh kepada perintah Partai.
“Dengan siapa pun saya siap, jika diperintahkan Partai maka siap menjalankannya, apa pun resikonya,” ungkap Iwan Adam.
Sementara itu, Fahmi Mopangga, juru bicara khusus Bupati Pohuwato menanggapi hal ini dengan bahasa politis. Dirinya mengatakan jika politik itu sangat dinamis.
“Bisa saja, di politik segala kemungkinan bisa terjadi, termasuk di Golkar,” ungkap Fahmi Mopangga, Sabtu (14/12/2019).#[KP]






