INI YANG DILAKUKAN PEMKOT GORONTALO TEKAN ANGKA PENGANGGURAN DI DAERAH

KOTA GORONTALO245 Dilihat

Laporan : Muzamil Hasan (JMSI)

Editor: Mahmud Marhaba

KOTA GORONTALO (KP)  – Upaya Pemerintah Kota Gorontalo dalam menekan angka pengangguran di daerah, dan meningkatkan produktifitas pekerja, terus dioptimalkan.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan UKM (Disnakerkop dan UKM) Kota Gorontalo, Drs. Hi. Ben Idrus, ketika di temui di ruang kerja Kamis (20/02/2020) mengakui, LLK bukan hanya menjadi tempat pendidikan bagi para pencari kerja dan pekerja produktif. Nemun menjadi solusi, membantu Pemerintah Kota Gorontalo, untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan produktifitas pekerja.

Dalam pelaksanaan program peningkatan produktifitas pekerja dan calon pekerja jelas Ben,  Disnakerkop Kota Gorontalo tidak bekerja sendiri, tetapi menggandeng seluruh kelurahan di Kota Gorontalo. Hal ini diakuinya karena keterbatasan anggaran yang ada di instansi tersebut, sehingga membutuhkan partisipasi dari seluruh kelurahan.

Dan perekrutan para pencari kerja itu kata Ben, nantinya dilakukan oleh aparat kelurahan dan dibantu petugas dari Disnakerkop Kota Gorontalo.

Perekrutan calon pekerja ini kata Ben, disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan kompetensi. Nah, untuk tahun ini ada tujuh kompetensi yang  sekarang sudah masuk tahap pelatihan terhadap calon pekerja produktif. Diantaranya kompetensi pengolahan hasil pertanian, las listrik, instalasi listrik, gramen, sistem pengoperasian sistem jaringan komputer dan kecantikan.

 “Serta masih ada beberapa kompetensi lainnya,” ungkap Ben Idrus.

Bukan hanya masyarakat umum saja yang mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Kota Gorontalo, melalui program yang dimotori langsung oleh Disnakerkop Kota Gorontalo. Akan tetapi tambah Ben Idrus, remaja-remaja yang berstatus sebagai narapidana di Lapas Klas IIA Gorontalo yakni Lapas Anak pun, direkrut dan dilatih menjadi tenaga kerja produktif

 Ini kata Ben,  merupakan bentuk dan wujud kerjasama yang selama ini dijalin, antara Pemerintah Kota Gorontalo dengan Lapas Klas IIA Gorontalo.

Secara rinci Ben Idrus jelaskan, ada tujuh anak dari Lapas Anak Klas IIA Gorontalo, yang direkrut dan dilatih menjadi tenaga kerja produktif. Bahkan di Lapas Perempuan Klas IIA Gorontalo dan instansi ini merekrut calon tenaga kerja produktif,  tujuannya menjadikan masyarakat tersebut sebagai tenaga kerja produktif, dan bisa terterima di lingkungan masyarakat.

Upaya yang dilakukan oleh Disnakerkop Kota Gorontalo itu urai Ben, tidak hanya sampai pada peningkatan wawasan, pembekalan dan pelatihan di dalam daerah saja. Tetapi berkelanjutan sampai para pekerja produktif ini, bisa bekerja di beberapa perusahaan yang sudah bekerjasama dengan Pemerintah Kota Gorontalo.

Tidak hanya itu saja, demi meningkatkan kualitas pekerja produktif, Pemerintah Kota Gorontalo melalui Disnakerkop Kota Gorontalo ulas Ben, mengirim beberapa pekerja produktif daerah, menjalani pendidikan tambahan di LLK Besar. Baik yang ada di Bekasi, Bandung dan Surabaya. Pendidikan yang mereka jalani disana, Ia jelaskan hanya sampai dua bulan.

Dan ini lanjut Ben, menjadi bagian dari kerjasama antara Pemerintah Kota Gorontalo dengan Pemerintah Daerah di luar Gorontalo. Para pekerja produktif ini, dilakukan seleksi oleh petugas dari LLK Besar, untuk kemudian dibawa mengikuti pendidikan di LLK Besar. Setelah itu, mereka dipulangkan ke Gorontalo lagi, dan langsung dipekerjakan di perusahaan ternama.

“Bahkan mereka  dinobatkan sebagai motivator bagi calon pekerja produkyif lainnya,” tutup Ben Idrus.#(KP/HMS)

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar