Breaking News
Live Update Berita Terkini

IHSG Senin Ditutup Menguat Seiring Respon Positif S&P Global

Senin, 13 Jul 2026
Editor: Jamalul Insan
Ilustrasi: Layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 254,36 poin atau 4,11 persen ke posisi 5.941,07 setelah seharian berkutat di zona merah pada rentang 5.841-6.213. (ANTARA FOTO)
Dengarkan dgn suara Siap
3.2K pembaca
JAKARTA   (Kabarpublik.id) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup menguat seiring investor merespon positif S&P Global Rating yang mempertahankan peringkat utang Indonesia di level “BBB” dengan outlook “Stabil”.

IHSG ditutup menguat 113,48 poin atau 1,92 persen ke posisi 6.037,84. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 13,12 poin atau 2,23 persen ke posisi 602,37.

“Sentimen positif berasal dari S&P Global Ratings yang menegaskan peringkat kredit jangka panjang Indonesia pada ‘BBB’ dan jangka pendek pada ‘A-2’. Prospek peringkat jangka panjang masih dipertahankan di ‘Stabil’. Hal ini direspon positif oleh pasar yang sebelumnya khawatir jika peringkat atau prospek Indonesia diturunkan,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Dari dalam negeri, S&P Global Ratings menilai pelemahan posisi fiskal dan eksternal Indonesia bersifat sementara, serta berpotensi membaik seiring kenaikan harga komoditas dan upaya pemerintah meningkatkan penerimaan negara.

S&P menyatakan bahwa prospek stabil mencerminkan ekspektasi bahwa penerimaan negara akan terus pulih pada tahun ini, dan penerimaan ekspor akan meningkat seiring penguatan harga komoditas.

S&P memperkirakan pemerintah Indonesia akan tetap mempertahankan batas defisit APBN sebesar tiga persen dari produk domestik bruto (PDB) sebagai jangkar utama kebijakan fiskal

Selain itu, lembaga pemeringkat global itu memproyeksikan ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh 5,1 persen pada 2026, sebelum mencatatkan pertumbuhan rata-rata 4,9 persen per tahun sepanjang 2026–2029. Prospek itu ditopang oleh belanja fiskal, program hilirisasi, serta penguatan pengelolaan sektor sumber daya alam.

Dari mancanegara, sentimen pasar dipengaruhi meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, dengan kenaikan harga minyak yang membuat tekanan inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga tetap menjadi fokus perhatian.

Ketegangan itu seiring serangan baru Amerika Serikat (AS) terhadap Iran, menyusul ketidakpastian seputar status Selat Hormuz membuat pasar tetap waspada.

Di sisi lain, pelaku pasar menunggu data inflasi AS pada pekan ini, untuk petunjuk lebih lanjut tentang prospek kebijakan moneter The Fed. Pasar saat ini memperkirakan Fed akan menaikkan suku bunga satu kali sebelum akhir tahun.

Risalah dari pertemuan Fed bulan Juni 2026, menunjukkan bahwa beberapa pembuat kebijakan melihat alasan untuk menaikkan suku bunga, meskipun pada akhirnya mereka mendukung kebijakan tetap tidak berubah.

Sementara itu, Ketua The Fed Kevin Warsh dijadwalkan untuk tampil pertama kalinya di hadapan Kongres AS pada hari Selasa dan Rabu pekan ini.

IHSG dibuka menguat dan betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor menguat yaitu dipimpin sektor energi yang naik sebesar 2,50 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor industri yang naik masing-masing sebesar 2,41 persen dan 1,79 persen.

Sedangkan dua melemah yaitu sektor kesehatan turun paling dalam sebesar 0,40 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen primer yang turun masing-masing sebesar 0,15 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu BKDP, LAND, VKTR, PRDL, dan ATAP. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni BAPA, JELI, RBMS, RANS dan GRPM.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.676.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 25,10 miliar lembar saham senilai Rp12,14 triliun. Sebanyak 392 saham naik, 268 saham menurun dan 305 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 1,76 persen ke 67.350,00, indeks Shanghai melemah 2,06 persen ke 3.913,79, indeks Hang Seng menguat 0,16 persen ke 24.213,72, dan indeks Strait Times menguat 0,02 persen ke 5.470,34. (ant)

No More Posts Available.

No more pages to load.