Breaking News
Live Update Berita Terkini

IHSG Menguat Ikuti Bursa Asia Seiring Harapan Perdamaian AS-Iran

Senin, 25 Mei 2026
Oleh: Jamalul Insan
ILustrasi : Pengunjung melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, (ANTARA FOTO)
Dengarkan dgn suara Siap
2.4K pembaca
JAKARTA  (Kabarpublik.id) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup naik mengikuti penguatan bursa kawasan Asia, seiring harapan terjadinya kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

IHSG ditutup menguat 44,30 poin atau 0,72 persen ke posisi 6.206,35. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 10,77 poin atau 1,74 persen ke posisi 631,21.

“Bursa regional Asia bergerak menguat, ada sentimen membaiknya risiko global seiring harapan akan kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Dari mancanegara, para pejabat senior Amerika Serikat (AS) mengindikasikan bahwa AS dengan Iran hampir mencapai kesepakatan yang dapat membuka kembali Selat Hormuz, dan mereka masih menegosiasikan persyaratan utama, serta persetujuan akhir dari kedua pihak kemungkinan akan memakan waktu beberapa hari.

Meskipun keputusan kesepakatan perdamaian belum final, namun sinyal itu memberikan sebuah harapan terciptanya perdamaian di Timur Tengah, serta pembukaan kembali selat Hormuz akan memulihkan aliran minyak dan ekonomi global.

Dari dalam negeri, IHSG bergerak fluktuatif yang dipengaruhi oleh sentimen global dan domestik yaitu narasi kesepakatan AS dan Iran memberikan katalis positif, sementara tekanan terhadap kurs Rupiah memberikan sentimen negatif.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) defisit sebesar 9,15 miliar dolar AS kuartal I-2026, seiring dengan dinamika perekonomian global yang dapat mempengaruhi prospek NPI.

Defisit tersebut tercatat jauh lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang memicu kekhawatiran investor terhadap ketahanan eksternal Indonesia dan meningkatkan permintaan terhadap dolar AS.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori menguat hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona menguat hingga penutupan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor menguat dipimpin sektor transportasi & logistik menguat yang naik sebesar 4,20 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor keuangan yang naik masing-masing sebesar 1,23 persen dan 1,14 persen.

Sedangkan empat sektor melemah yaitu sektor energi paling dalam sebesar 1,94 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor kesehatan yang turun masing-masing sebesar 1,23 persen dan 0,70 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu GRIA, LAJU, TALF, RONY dan BBHI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni DFAM, LCKM, ASPR, DAAZ dan AREA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.065.076 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 27,66 miliar lembar saham senilai Rp16,95 triliun. Sebanyak 470 saham naik, 236 saham menurun, dan 114 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 1.925,93 poin atau 3,04 persen ke 65.265,00, indeks Shanghai menguat 39,67 atau 0,96 persen ke 4.152,57, indeks Hang Seng menguat 219,51 poin atau 0,86 persen ke posisi 25.606,38, dan indeks Straits Times menguat 2,40 poin atau 0,05 persen ke posisi 5.070,55. (ant)

No More Posts Available.

No more pages to load.