Breaking News
Live Update Berita Terkini

FIFPRO Sampaikan Tuntutan kepada FIFA

Sabtu, 8 Agu 2026
Editor: Jamalul Insan
Ilustrasi logo asosiasi pesepak bola profesional, FIFPro. ANTARA/Gilang Galiartha
Dengarkan dgn suara Siap
2K pembaca

JAKARTA  (Kabarpublik.id) – Federasi internasional perwakilan pemain sepak bola profesional di seluruh dunia atau FIFPRO menyampaikan surat tuntutan kepada FIFA.

Tuntutan ini disampaikan atas kekhawatiran FIFPRO meski FIFA sudah membatalkan FIFA Forward Entrepise (FFE), sebuah usulan dari FIFA untuk mengelola hak komersial dan operasional turnamen besar seperti Piala Dunia.

“Surat tersebut menjelaskan mengapa persoalan ini jauh lebih besar daripada sekadar kegagalan tata kelola yang berdiri sendiri. Ini menyangkut pelaksanaan kewenangan dari jabatan dan posisi tertinggi dalam sepak bola dunia, serta bagaimana kewenangan tersebut digunakan,” tulis FIFPRO dalam pernyataannya, dikutip dari laman resminya, Jumat.

Surat tuntutan tersebut ditandatangani bersama oleh Presiden FIFPRO dan para presiden seluruh divisi regional FIFPRO, yaitu FIFPRO Afrika, FIFPRO Asia/Oseania, FIFPRO Eropa, FIFPRO Amerika Selatan, serta FIFPRO Amerika Tengah dan Utara.

Penarikan FFE memang mencegah munculnya sebuah keputusan besar di sepak bola dunia. Namun, langkah tersebut menurut FIFPRO tidak mengembalikan kepercayaan yang sebelumnya, karena proposal serupa masih berpotensi muncul kembali.

“Kepercayaan tersebut kini telah rusak secara mendasar,” tulis FIFPRO.

Menurut FIFPRO, sepak bola dunia kini membutuhkan perlindungan struktural untuk memastikan kejadian seperti ini tidak pernah terulang.

Bentuk-bentuk perlindungan itu di antaranya adalah menjadikan Global Social Dialogue Platform sebagai bagian nyata, permanen, dan struktural dari tata kelola FIFA, bukan sebuah mekanisme yang dapat dilewati sesuka hati.

Lalu, keterlibatan yang mengikat secara hukum dengan para pemangku kepentingan sepak bola profesional dalam keputusan-keputusan yang memiliki konsekuensi besar, termasuk kalender pertandingan internasional, perluasan kompetisi, serta berbagai persoalan lain yang secara mendasar memengaruhi sepak bola profesional.

Hak suara bagi para pemangku kepentingan sepak bola profesional di Dewan FIFA juga harus disertai peran yang jelas dan diakui secara resmi oleh FIFPRO sebagai perwakilan global pesepak bola profesional.

Terakhir, reformasi tata kelola dan struktural yang membuat tidak mungkin lagi bagi siapa pun di masa depan, untuk kembali mengambil keputusan sepihak melalui sepak bola.

“Ini bukan sekadar kegagalan tata kelola. Ini merupakan penyalahgunaan kekuasaan presiden yang sangat serius,” tulis FIFPRO.

Sebelumnya, FIFA menyampaikan permohonan maaf dan berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh agar kesalahan serupa tidak kembali terjadi.

FIFA juga memastikan seiring dihentikannya proyek FFE, mereka juga menegaskan akan mengambil setiap langkah yang diperlukan untuk melindungi nama baik dan reputasi organisasi dari berbagai bentuk serangan terhadap integritasnya. (ant)

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.