“Tim AMA di Timika akan menerima jenazah Pilot Nich dari Satgas Koops TNI Habema dan akan menerbangkannya ke Jayapura menggunakan pesawat milik AMA,” kata Bob Kayadu kepada ANTARA yang dihubungi dari Jayapura, Jumat.
Dia mengatakan insiden penembakan terhadap pilot pesawat milik PT AMA itu merupakan peristiwa tragis yang pertama kali dialami crew-nya.
PT AMA, kata Bob, sudah beroperasi selama 67 tahun di Tanah Papua dan baru kali ini pesawat dan crew menjadi korban kekerasan.
“Kami sangat menyayangkan kekerasan yang dialami pilot yang memang bertugas melayani masyarakat di pedalaman Tanah Papua, karena hal ini berbeda bila meninggal karena insiden,” kata Bob Kayadu.
Secara terpisah, Kepala Penerangan (Kapen) Koops TNI Habema Letkol Inf Wirya Artadiguna mengatakan personel Koops TNI Habema, Jumat (3/7) mengevakuasi jenazah dari Balinggama ke Timika dengan menggunakan tiga helikopter.
Evakuasi mulai dilaksanakan sejak pukul 06.45 WIT dan setelah mengevakuasi, sempat singgah ke Wamena untuk mengisi bahan bakar dan kembali terbang ke Timika.
Menurut dia, setibanya di Timika, jenazah akan dilakukan pemulasaraan di RST Timika sebelum diserahkan ke pihak AMA.
Pesawat AMA dengan rute Wamena-Balinggama-Wamena dengan kode penerbangan PK-RCY, diduga dibakar oleh anggota KKB setibanya di Balinggama dengan membawa tujuh penumpang, Kamis (2/7).
Tujuh penumpang pesawat AMA tujuan Balinggama itu, antara lain Eston Sobolim, Kluenang Sobolim, Toni Balingga, Elina Sobolim, Ona Sobolim, Lisenia Balingga dan Vaince Amo Hoso. (ant)






