Laporan : Jhen / Editor : YR
TANAHDATAR [kabarpublik.id] – “Pemerintah pusat hingga tahun 2024 menargetkan penurunan kasus stunting 14 persen, maka dalam hal ini daerah harus melibatkan semua elemen ikut membantu melakukan penurunan kasus stunting. Dan pemerintah untuk menuntaskan kasus stunting pemerintah daerah mulai dari lurah atau wali nagari ikut membantu mengatasi stunting.”
“Jika kasus ini diabaikan akan berdampak kepada sumberdaya manusia (SDM) negeri ini. Sementara, soal pendidikan Indonesia tidak kalah dengan pendidikan luar negeri, namun abai dalam permasalahan waktu.”
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI dr H Suir Syam pada kegiatan Sosialisasi Advokasi dan KIE Penanganan Stunting bersama mitra kerja tahun 2022 di Batipuh, Tanah Datar, Rabu 24 Agustus 2022.
Suir Syam mengungkapkan kebiasaan diet yang dilakukan para ibu bisa berpotensi bagi anaknya mengalami stunting. Karena, bahan baku gizi anak berasal dari air susu ibu (ASI) ibu melahirkan tidak maksimal. Apalagi, ibu yang tengah hamil dan sedang menyusui.
“Budaya diet itu mempengaruhi bahan baku gizi terhadap ASI β nya. Otomatis bahan baku gizi yang dikandung ASI para ibu yang diet tidak maksimal. Maka, anaknya yang tengah disusui terancam mengalami stunting. Tentu hal ini bakal mengancam generasi ke depan.” terang anggota dari Fraksi Gerindra ini.
Sementara dalam sambutannya Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian SH MH mengatakan “Masih banyak masyarakat yang belum memahami dan mengetahui kalau penanganan makanan yang salah dapat menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan, terutama gangguan pertumbuhan pada anak yang mengkonsumsinya.”
“Kabupaten Tanah Datar yang merupakan daerah agraris serta memiliki banyak potensi wisata yang selalu berkaitan erat dengan handycraf dan kuliner, tentu perlu pengawasan yang ekstra. Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Tanah Datar untuk cerdas dalam memilih dan menggunakan obat, makanan dan kosmetik agar tidak ada efek samping yang berbahaya.” tutur Wabup.
Dalam sosialisasi ini ikut menjadi narasumber Fatmawati ST, M.Eng serta Nofrijal, SP, MA dari BKKBN Sumbar. Tampak hadir Kepala Dinas PMDP2KB, Kepala Baperlitbang, Forkopimca Batipuh, PKB, PLKB dan Kader KB.
Ditempat terpisah, Ketua DPRD Tanah Datar H. Rony Mulyadi, SE, Dt. Bungsu menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas kegiatan sosialisasi penanganan stunting yang digagas oleh Anggota Komisi IX DPR RI dr H Suir Syam.
“Kita berharap kegiatan sosialisasi ini dapat memberi masukan dalam pencegahan dan penurunan stunting di Tanah Datar, agar para ibu di daerah kita ini melahirkan anak-anak yang sehat dan kuat. Karena pembangunan memerlukan dukungan sumber daya manusia yang berkualitas, kuat dan tangguh dalam menghadapi segala tantangan dinamika kehidupan.”ucapnya.
Pada penutupan acara sosialisasi ini dilaksanakan pembagian doorprize untuk audiens berupa sepeda, kompar gas, dispenser dan lain-lain.





