Breaking News
Live Update Berita Terkini

Bima “Nobody Loves Kay” Ajak Gen Z Pegang Nilai Pancasila

Senin, 1 Jun 2026
Editor: Jamalul Insan
Aktor film "Nobody Loves Kay", Bima Azriel (kanan) bersama mantan anggota JKT48 Nurhayati (kiri). (ANTARA)
Dengarkan dgn suara Siap
3K pembaca
JAKARTA  (Kabarpublik.id) – Aktor film Bima Azriel mengajak generasi muda untuk tetap memegang teguh nilai-nilai Pancasila di tengah perkembangan teknologi dan budaya modern saat ini.

Pemeran tokoh Kay dalam film “Nobody Loves Kay” itu mengatakan Hari Lahir Pancasila merupakan momentum penting untuk menghargai sejarah terbentuknya Indonesia.

“Menurut aku sebuah hari yang memang bersejarah dan layak untuk dirayakan bersama, karena kita menghargai sejarah terbentuknya Pancasila sampai seperti terbentuknya Indonesia sekarang,” kata Bima saat berkunjung ke ANTARA Heritage Center di Jakarta, Selasa (26/5).

Bima menilai nilai Pancasila yang paling sering diterapkannya dalam kehidupan sehari-hari adalah kemanusiaan yang adil dan beradab, seperti menghargai sesama, menjunjung sopan santun, dan hidup rukun dengan orang lain.

Ia juga optimistis generasi muda saat ini masih banyak yang menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Memang di setiap generasi pasti ada saja yang menyimpang dari nilai-nilai Pancasila, tapi aku yakin sekarang masih banyak anak muda yang mengimplementasikan nilai Pancasila dengan kuat,” ujarnya.

Menurut dia, generasi muda tidak boleh melupakan Pancasila meskipun perkembangan teknologi semakin pesat.

“Buat teman-teman Gen Z, meskipun sekarang teknologi sudah berkembang jauh, kita jangan melupakan nilai-nilai Pancasila karena itu sesuatu yang sangat dasar dan harus dimiliki semua orang,” katanya.

Senada dengan Bima, mantan anggota grup idola JKT48 Nurhayati atau Ayastrophile mengatakan Pancasila merupakan pedoman penting dalam kehidupan bermasyarakat sebagai warga negara Indonesia.

Pemeran tokoh BB dalam film tersebut menyebut nilai-nilai Pancasila perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar tercipta lingkungan yang aman dan nyaman.

“Sebagai warga negara Indonesia yang baik tentu harus punya pedoman dan pedoman kita itu Pancasila sebagai ideologi negara,” kata Ayastrophile.

Ia mengaku paling sering menerapkan nilai keadilan sosial dalam kehidupan sehari-hari dengan berusaha memperlakukan orang lain secara baik dan adil.

Menurut Ayastrophile, generasi muda saat ini juga masih dekat dengan nilai-nilai Pancasila meski hidup di tengah derasnya pengaruh budaya luar dan perkembangan teknologi digital.

“Meski kita berbeda-beda suku dan agama, kita tetap satu. Kita harus terus berpedoman dengan Pancasila,” ujarnya. (ant)

No More Posts Available.

No more pages to load.