Laporan : Yadi / Editor : YR
TERNATE [Kabarpublik.id] – Belajar tatap muka terbatas mulai Senin (16/8/2021) kemarin telah dilaksanakan SMK Negeri 4 Kota Ternate, Maluku Utara. Meskipun saat ini dengan kondisi siswa terbatas.
Namun disesuaikan dengan regulasi yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota Ternate maupun Pemerintah Provinsi. Ini dijelaskan oleh Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 4 Kota Ternate, Drs. Kamaludin Ahmad, MM. Rabu (18/8/2021).
“Kalau kami ini dibawah provinsi, jadi edaran dari provinsi sampai saat ini kami belum terima, tapi saya sudah berkoordinasi dengan Kepala Cabang Dinas Provinsi, namun kami sesuaikan dengan kondisi yang ada. Itu yang pertama ,” ucap Kamaludin.
Kemudian yang kedua, kalau tatap muka terbatas dengan menerapkan prokes itu, harus skala prioritas. Untuk itu, terkait dengan sekolah tatap muka terbatas ini, alhamdulilah SMKN 4 mulai kemarin tlah melaksanakan tatap muka terbatas.
“Jdi kesimpulannya kami menyesuaikan dengan regulasi Pemerintah Kota. Bukan berarti mengabaikan provinsi atau tidak menunggu informasi dari pemerintah provinsi,” jelas mantan SMK Negeri 2 Kota Ternate itu.
Selanjutnya, sebab sampai sekarang secara resmi untuk informasi itu belum sampai ke sekolah-sekolah menyangkut dengan sekolah tatap muka terbatas ini, apakah tatap muka penuh atau tatap muka terbatas.
“Nah, jadi saya mengambil langkah ini karena situasional, artinya sekolah lain sudah melaksanakan sekolah belajar tatap muka, tapi kenapa SMKN 4 belum. Itu yang menjadi satu tanda tanya, maka saya melaksanakan sekolah tatap muka terbatas ini dengan sistem shift,” ujarnya
Sistem shift ini misalkan hari ini kelas 10 masuk, kelas II istirahat. Itu formulasi pertama. Kemudian formulasi kedua, kelas 10 masuk sampai jam 10, setelah itu, dilanjutkan dengan jam berikut dan seterusnya. Lebih lanjut ia katakan, yang jelas belum tatap muka penuh, masih sekolah tatap muka terbatas.
Sementara kondisi terakhir untuk Covid di Kecamatan Pulau Ternate dari kuning menjurus ke hijau, makanya dari kuning itu kita boleh tatap muka terbatas sesuai informasi dari Satgas Kota Ternate yang di terimah.
Sedangkan di luar Kecamatan Ternate Pulau atau Kelurahan Kastela itu masih kategori Orange, maka dari itu, pihak sekolah benar-benar mengambil sikap untuk melaksanakan sekolah tatap muka terbatas. Tentu ini berdasarkan informasi dari Satgas Kota Ternate.
Dirinya juga mengungkapkan, setiap Minggu, pihak sekolah selalu melakukan penyemprotan Disinfektan di Area-area sekolah, bukan hanya itu saja, tapi juga melaksanakan wajib memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak bagi siswa.
“Alhamdulillah siswa kami sekarang itu kurang lebih 100 orang, makanya kalau dibagi shift tinggal berapa pulu orang saja, sehingga tidak terlalu berdampak untuk SMK Negeri 4, tapi kami tetap mematuhi Protokol Kesehatan, dan kami tetap berkoordinasi dengan Satgas dan instansi terkait untuk melaksanakan hal ini,” tuturnya.
“Kami disini telah bekerjasama dengan Puskesmas Ternate Pulau, jadi siswa dengan dewan guru itu di tes kesehatan mereka,” tambahnya.
Selain itu, dalam belajar tatap muka ini, pihak sekolah juga menambahkan satu model, yaitu daring. Daring ini apabila barangkali orang tua tidak mengijinkan ke sekolah, maka diperbolehkan dengan menggunakan daring. Tapi itu pun siswa tidak banyak, namun tetap dilaksanakan itu.
“Nah, kalau model daring dan luring ini berhasil, maka kami tetap memberikan jalan disesuaikan dengan kondisi siswa,
sebab seperti ini adakalanya sesuai hasil koordinasi dengan orang tua siswa, sebagian mereka mengatakan, kalau keadaan sudah sedikit baik, maka lebih baik blajar tatap muka, dari pada dngan daring,” ucapnya mengikuti penuturan orang tua siswa.
Terkait dengan daring, juga ada sarana prasarana IT yang latar belakang orang tua mungkin terbatas, makanya kalau terbatas siswa mengunakan fasilitas sekolah. “Pertama harapan saya adalah kita semua harus menjaga kesehatan karena itu penting, kedua, insya Allah musibah ini cepat berakhir, supaya kita bisa melaksanakan aktifitas dengan normal,” harap Kamaludin.
Diakhiri wawancara ia juga berharap, belajar di masa pandemi ini siswa harus terus menjaga diri, dan Guru-guru juga terus menjaga kesehatan, agar kita bisa melaksanakan apa yang sudah di jadwalkan, dan kalau boleh mereka lebih proaktif.#[KP]





