Bamsoet: Komunitas Otomotif Jadi Kekuatan Sosial dan Ekonomi di Indonesia

Jumat, 14 Nov 2025
Bamsoet saat menerima Pengurus Black Hawk Batavia MC di Jakarta, Jumat (14/11/25). (kabarpublik.id)
Dengarkan dgn suara Siap
16.4K pembaca

JAKARTA (kabarpublik) – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo, menegaskan bahwa komunitas otomotif kini menjadi kekuatan sosial dan ekonomi yang semakin berpengaruh di Indonesia. Di tengah perkembangan digital dan perubahan gaya hidup, komunitas otomotif tetap konsisten menjadi ruang kebersamaan, solidaritas, serta gotong royong lintas daerah.

“Komunitas otomotif adalah perekat sosial yang lahir dari jalanan. Mereka mempertemukan banyak latar belakang dalam satu semangat: persaudaraan dan kemajuan bersama. Solidaritas mereka nyata, bukan sekadar slogan. Ketika masyarakat membutuhkan, mereka langsung bergerak cepat,” ujar Bamsoet saat menerima Pengurus Black Hawk Batavia MC di Jakarta, Jumat (14/11/25).

Dalam pertemuan itu hadir Ketum Tommy Nanlohy, Sekjen Keris Ferdiansyah, serta sejumlah pengurus lainnya seperti Syarief Hidayat, Sonny Prins, Adhi Abdurrohman, Angger Rizaki, Dwi Aditya, Yulius Manuputty, Eko Baox, dan Dinno.

Ketua DPR RI ke-20 tersebut menjelaskan bahwa ribuan komunitas otomotif dari Sabang hingga Merauke rutin menjalankan kegiatan sosial, touring lintas daerah, hingga kampanye keselamatan berkendara. Aktivitas ini tak hanya berdampak secara sosial, tetapi juga menghidupkan perekonomian daerah. Setiap kali event otomotif digelar, sektor akomodasi, kuliner, hingga usaha bengkel mengalami peningkatan pendapatan.

“Kegiatan komunitas otomotif memberikan efek ekonomi langsung bagi masyarakat. Ini bukti bahwa hobi bisa menjadi penggerak ekonomi rakyat,” ujar Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia tersebut juga mendorong komunitas otomotif untuk tetap aktif dalam kegiatan kemanusiaan. Menurutnya, jaringan komunitas yang luas membuat mereka mampu bergerak cepat saat terjadi bencana, mulai dari penyaluran bantuan, pengaturan logistik, hingga membantu proses evakuasi.

Selain itu, Bamsoet menyampaikan bahwa touring seharusnya bukan hanya soal perjalanan, tetapi juga membawa pesan edukatif dan nilai kebangsaan. Melalui interaksi dengan masyarakat lokal, komunitas otomotif dapat ikut menyebarkan disiplin berlalu lintas dan semangat cinta tanah air.

“Nilai bela negara bisa dilakukan dengan cara modern. Saat anggota komunitas otomotif menjelajah berbagai daerah sambil membawa pesan positif, di situlah semangat kebangsaan hadir dalam bentuk nyata,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.