Zikir dan Doa Bersama Masyarakat untuk Korban Banjir dan Longsor Tambang Suwawa

Kamis, 25 Jul 2024
Dengarkan dgn suara Siap
35.2K pembaca

GORONTALO [kabarpublik.id] – Dalam upaya mendoakan para korban bencana banjir dan tanah longsor, para penambang dan Pemerintah Kecamatan Suwawa Timur menggelar acara Zikir dan Haul Akbar di Masjid Nur Arham, Desa Dumbayabulan. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (25/07/2024, ini mengusung tema “Gorontalo Peduli Bencana Alam”.

Acara dimulai pukul 20.14 WITA dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Bupati Bone Bolango, Merlan Uloli, Kolonel Arm Azhari S.I.P dari Kasrem 133/NW, dan Mayor Inf Indrawan S.H yang mewakili Dandim 1304/Gorontalo.

Selain itu, hadir juga Kapten Laut (P) Yoyok Yogik Tri Basoeki dari Lanal Gorontalo, Pejabat Sekda Bone Bolango, Aznan Najamuddin, serta IPTU M. Akmal Fauzi S.H yang bertindak sebagai penceramah. Pemandu dzikir Ust. Ikandar Ismail S.Ag turut memimpin jalannya doa bersama.

Camat Suwawa Timur, Nawin Tangahu, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh penambang dan masyarakat yang telah mensponsori kegiatan ini.

Ia mengajak seluruh jamaah untuk mendoakan para korban longsor dan keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kesabaran dan kekuatan.

“Semoga keluarga yang di tinggalkan di berikan kesabaran dan kekuatan untuk menerima musibah ini,” ucap Nawir.

Sementara itu, Bupati Bone Bolango, Merlan Uloli, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi bencana.

“Kegiatan zikir ini adalah bukti bahwa para penambang dan pemerintah daerah bersama-sama mengawal proses pasca bencana. Kita semua berharap dapat mengambil hikmah dari kejadian ini untuk kebaikan bersama,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati Merlan juga menyoroti dampak ekonomi akibat pemberhentian sementara kegiatan pertambangan, yang menyebabkan banyak tukang ojek dan pedagang pasar kehilangan pendapatan.

Dirinya berencana membuka pasar sembako murah bersubsidi mulai 1 Agustus nanti sebagai bentuk bantuan kepada masyarakat terdampak.

“Kemarin saya baru dari Suwawa Timur dan ada yang menyampaikan kepada kami pasca pemberhentian sementara kegiatan pertambangan ini membuat para tukang ojek tidak dapat melaksanakan pekerjaan mereka seperti biasa dan membuat pemasukan mereka tidak ada, dan katanya ada pasar disini dan sepi dari pengunjung,” ujarnya.

“Saya harap pak Camat dapat mengatur pasar sembako murah ini untuk meringankan beban para korban. Berbagai upaya harus kita lakukan bersama karena ini menyangkut perut masyarakat kita,” tambahnya.

Acara yang juga dihadiri oleh pimpinan OPD Kabupaten Bone Bolango, pemerintah kecamatan, serta masyarakat penambang ini berjalan dengan khidmat. Setelah rangkaian zikir dan doa, kegiatan ditutup dengan ramah tamah yang penuh kehangatan.

Kegiatan Zikir dan Haul Akbar ini menjadi simbol solidaritas dan harapan bagi masyarakat Suwawa Timur yang terdampak bencana.

Pemerintah daerah dan masyarakat penambang berkomitmen untuk terus berdoa dan mendukung satu sama lain dalam menghadapi masa-masa sulit ini.

No More Posts Available.

No more pages to load.