Warga Mitra Gading Vila Pasang Spanduk Tolak Jalan Tembus

Jumat, 7 Nov 2025
Spanduk penolakan akses oleh warga Mitra Vila Gading. (kabarpublik)
Dengarkan dgn suara Siap
16.7K pembaca

JAKARTA (kabarpublik) – Warga Perumahan Mitra Gading Vila, Kelapa Gading, yang masuk ke wilayah Rw 017, Kelapa Gading, Jakarta Utara semakin serius melakukan penolakan terhadap rencana pembukaan jalan tembus yang akan menghubungkan area mereka dengan Rw 022.

Bentuk protes warga ditunjukkan dengan memasang spanduk bertuliskan ‘Kami Warga Rw.017, Mitra Gading Vila Menolak Gang/Jalan Tembus ke Komplek Kami’ pada hari Kamis (6/11/25).

Gambar konten
Sumber: Kabarpublik.id

Menurut Clara Tania, salah satu perwakilan warga RW 017, penolakan tersebut dilakukan karena belum ada program terintegrasi serta musyawarah besama pihak terdampak.

Dalam pemberitaan sebelumnya dijelaskan bahwa penolakan juga telah disampaikan perwakilan RW 017 yang pada 23 Oktober 2025 lalu saat pertemuan dengan Wali Kota Jakarta Utara.

Dimana warga menolak menandatangani Surat Kesepakatan Bersama (SKB) antara RW 017 dan RW 022 karena keputusan tersebut dinilai dibuat tanpa melibatkan seluruh warga RW 017.

“Kami tidak bisa mengambil keputusan sepihak tanpa musyawarah dengan semua warga. Tugas kami adalah menyampaikan aspirasi dan menjaga hak masyarakat,” ujar Clara Tania, salah satu perwakilan warga RW 017.

Ia mengungkapkan bahwa warga juga telah mengirimkan petisi berjudul “Warga Mitra Gading Vila Menolak Pembukaan Jalan Tembus Secara Sepihak” kepada Presiden RI dan kementerian terkait.

Mereka meminta agar pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rencana pembukaan akses tersebut sebelum dilaksanakan.

Menurut Clara, pembukaan jalan tanpa perencanaan matang dikhawatirkan dapat mengganggu ketenangan lingkungan, memicu konflik sosial, serta berdampak pada pemanfaatan fasilitas umum di kawasan perumahan.

“Keputusan semacam ini harus melibatkan seluruh RW di Kelapa Gading Barat, terutama yang terdampak langsung. Kami ingin segala kebijakan dibuat melalui musyawarah mufakat demi kepentingan bersama,” katanya.

Menurutnya, warga berharap pemerintah membuka ruang dialog yang transparan dengan masyarakat serta menghindari tindakan atau informasi yang dapat menimbulkan kesalahpahaman.

“Bersama, kita bisa menjaga kedamaian dan menolak isu-isu yang dapat memecah belah,” tutup Clara.

Sementara saat dikonfirmasi pada Rabu 5 November 2025, Ketua RW 022 dan juga Plt Lurah Kelapa Gading Barat Marsillam Tambunan belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditayangkan.

No More Posts Available.

No more pages to load.