Wagub Rano Karno Percepat Penanganan TBC dan DBD di Jakarta

Senin, 5 Jan 2026
Pemprov DKI Tegaskan Komitmen Percepatan Penanganan TBC dan DBD. (Sumber: jakarta.go.id)
Dengarkan dgn suara Siap
23.1K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mempercepat penanganan Tuberkulosis (TBC) dan Demam Berdarah Dengue (DBD) guna menekan angka kasus secara signifikan. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kewaspadaan agar upaya pencegahan dan pengendalian berjalan optimal.

“Penanganan TBC harus dilakukan bersama-sama. Ini juga menjadi perhatian Presiden sehingga percepatan pemberantasannya terus didorong. Alhamdulillah, sejumlah langkah sudah dijalankan dan akan terus diperkuat,” ujar Rano Karno saat kunjungan kerja di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (5/1/26).

Menurut Rano, pengendalian TBC memerlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari penguatan fasilitas layanan kesehatan, kesiapan tenaga medis, hingga keterlibatan aktif masyarakat, terutama dalam deteksi dini dan pengobatan berkelanjutan.

“Kami sudah melakukan berbagai intervensi di sejumlah wilayah. Harapannya, penanganan ini bisa berjalan maksimal dan manfaatnya dirasakan langsung oleh warga,” tegasnya.

Selain TBC, Rano Karno juga mengingatkan jajarannya untuk mewaspadai potensi peningkatan kasus DBD seiring masuknya musim hujan. Ia menilai, masa peralihan musim kerap menjadi periode rawan lonjakan kasus akibat meningkatnya tempat berkembang biak nyamuk.

“Jakarta masih berada pada tingkat kasus yang cukup tinggi. Karena itu, penanganan DBD harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya penguatan upaya pencegahan melalui gerakan 3M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang atau memusnahkan barang bekas yang berpotensi menampung air.

Rano Karno juga meminta pemerintah wilayah dan masyarakat tidak lengah, karena kelalaian kecil dapat memicu munculnya sarang nyamuk.

Peran Juru Pemantau Jentik (Jumantik), kata dia, terus dioptimalkan sebagai garda terdepan dalam pengawasan dan pencegahan penyebaran DBD di lingkungan permukiman.

“Jumantik memiliki peran strategis dalam menjaga lingkungan tetap aman dan sehat. Sinergi antara petugas dan warga menjadi kunci keberhasilan pencegahan DBD,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.