“Terkait UNIFIL, misi perdamaian kami di Lebanon selatan melaporkan bahwa kemarin terjadi jumlah baku tembak tertinggi antara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan kelompok bersenjata, termasuk Hizbullah, dan itu adalah jumlah tertinggi di Lebanon sejak pertempuran dihentikan pada 17 April,” kata Dujarric kepada wartawan.
“Misi tersebut mencatat 619 peluncuran oleh IDF yang berdampak di Lebanon, dan 30 peluncuran menuju sasaran Israel,” imbuhnya.
Juru bicara itu menambahkan bahwa PBB mendesak semua pihak untuk menahan diri secara maksimal dan menjunjung tinggi gencatan senjata.
Pada 16 April, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sepakat untuk memulai gencatan senjata selama 10 hari, yang kemudian diperpanjang selama tiga pekan.
Meskipun gencatan senjata telah diberlakukan, Israel terus melancarkan serangan udara dan artileri hampir setiap hari ke Lebanon selatan. Hizbullah membalas dengan serangan ke pasukan Israel di wilayah perbatasan.Β Sumber: Sputnik/RIA Novosti (ant)
