TRAIN-O dan MODULA Tawarkan Solusi Kekurangan SDM dan Percepatan Konstruksi Nasional

Senin, 2 Feb 2026
Dengarkan dgn suara Siap
40K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Di tengah tuntutan percepatan pembangunan infrastruktur dan pemenuhan backlog perumahan, industri konstruksi nasional masih dihadapkan pada dua persoalan utama: kekurangan tenaga kerja terampil dan metode pembangunan yang relatif lambat. Dua inovasi, yakni platform pelatihan digital TRAIN-O dan sistem rumah modular MODULA, muncul sebagai solusi terintegrasi yang menjawab tantangan tersebut dari hulu hingga hilir.

Kedua inovasi ini mendapat sorotan dalam ajang BTN Housingpreneur 2026 sebagai contoh transformasi digital dan industrialisasi sektor konstruksi. TRAIN-O berfokus pada penguatan sumber daya manusia, sementara MODULA menawarkan sistem produksi bangunan yang cepat, efisien, dan terstandar.

Berdasarkan data 2023, Indonesia diperkirakan kekurangan sekitar 8,3–9 juta tenaga aplikator konstruksi terampil. Kesenjangan ini dinilai berisiko menghambat proyek strategis nasional.

TRAIN-O hadir dengan konsep pelatihan digital terpadu yang mencakup verifikasi awal, pembelajaran berbasis mobile dan simulasi Virtual Reality (VR), sertifikasi resmi, hingga penempatan kerja.

Founder TRAIN-O, Elisa Haryonugroho, menjelaskan bahwa platform ini dirancang agar peningkatan kompetensi tenaga kerja berlangsung berkelanjutan, terjangkau, dan relevan dengan kebutuhan lapangan.

Jumlah pengguna terlatih pun terus meningkat, dari 3.500 orang pada 2022 menjadi 4.324 orang pada 2024.

“Kami memastikan standar pelatihan selaras dengan building code nasional dan kebutuhan industri,” ujarnya.

Kredibilitas TRAIN-O diperkuat melalui kemitraan dengan berbagai lembaga, seperti BLK, SMK, BNSP, serta mitra internasional dari Australia dan Jepang. Co-founder TRAIN-O, Rizqi Putra Satiadi, menyebut kolaborasi ini membuat kompetensi lulusan diakui dalam kerangka global.

Sementara itu, MODULA menjawab persoalan lamanya proses konstruksi konvensional melalui sistem rumah modular precast. Dengan metode fabrikasi off-site, rumah siap huni dapat dibangun hanya dalam waktu tujuh hari. Komponen diproduksi di pabrik dengan kontrol kualitas ketat, kemudian dirakit di lokasi proyek.

Perwakilan PRANA, pengembang MODULA, menegaskan bahwa percepatan dan standarisasi menjadi kunci penyediaan hunian nasional. Metode ini tidak hanya memangkas waktu pembangunan, tetapi juga mengurangi limbah material hingga 70 persen serta menjamin kualitas yang konsisten.

MODULA juga mengusung konsep “rumah tumbuh”, memungkinkan penambahan ruang secara bertahap tanpa membongkar struktur utama. Selain itu, sistem ini dirancang kompatibel dengan enam domain industri prefab yang telah berkembang di Indonesia, sehingga mudah diadopsi oleh ekosistem industri yang ada.

Kehadiran TRAIN-O dan MODULA dalam BTN Housingpreneur 2026 menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam membangun sektor konstruksi. Ketersediaan tenaga kerja terampil melalui pelatihan digital akan menopang penerapan metode konstruksi modern berbasis industrialisasi.

Dengan backlog perumahan yang masih besar dan target pembangunan yang ambisius, transformasi digital dan industrialisasi konstruksi dinilai bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. TRAIN-O dan MODULA menunjukkan peta jalan konkret untuk mempercepat pembangunan nasional melalui teknologi, kolaborasi, dan model berkelanjutan yang siap dikembangkan secara luas.

No More Posts Available.

No more pages to load.