Hutama Karya Tanam 17.000 Pohon di JTTS, Perkuat Komitmen Lingkungan

Sabtu, 25 Apr 2026
Hutama Karya menggelar aksi penanaman pohon secara serentak di seluruh ruas Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) dalam rangka HUT ke-65 bertema “The New Horizon” serta peringatan Hari Bumi 2026. (Sumber: Humas Hutama Karya)
Dengarkan dgn suara Siap
3.7K pembaca

SUMATERA (kabarpublik.id) – Hutama Karya menggelar aksi penanaman pohon secara serentak di seluruh ruas Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) dalam rangka HUT ke-65 bertema “The New Horizon” serta peringatan Hari Bumi 2026.

Kegiatan ini menjadi awal program penanaman 17.000 pohon dari 18 jenis tanaman yang akan dilakukan di 11 ruas tol sepanjang tahun 2026. Jenis pohon yang ditanam disesuaikan dengan kondisi tanah dan lingkungan di masing-masing wilayah.

Gambar konten
Sumber: Kabarpublik.id

Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan tanggung jawab lingkungan.

“Di usia ke-65, Hutama Karya ingin menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur dan kepedulian lingkungan dapat berjalan beriringan. Komitmen penghijauan di koridor JTTS menjadi salah satu wujudnya,” ujarnya.

Program penghijauan di area rest area dan ruang milik jalan (rumija) sebenarnya telah dilakukan secara bertahap sejak beberapa tahun terakhir. Hingga kini, sekitar 98.000 pohon telah ditanam di sepanjang koridor JTTS.

Selain memperindah kawasan, pohon-pohon tersebut berfungsi menjaga kualitas udara, meredam kebisingan, mencegah erosi, serta meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.

Seremoni utama penanaman dilaksanakan di Rest Area KM 41 Jalur B Tol Binjai–Langsa, Sumatra Utara, yang turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, termasuk perwakilan pemerintah daerah dan kepolisian.

Pada tahun ini, Hutama Karya juga mulai mengukur dampak lingkungan dari program penghijauan tersebut. Mengacu pada metode Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), 17.000 pohon yang ditanam diproyeksikan mampu menyerap sekitar 9.930 ton CO2e hingga tahun 2050.

“Ini menjadi langkah awal kami dalam mengukur kontribusi ekologis secara ilmiah. Ke depan, data ini akan terus dikembangkan sebagai dasar peningkatan program,” tambah Iwan.

Hutama Karya menegaskan bahwa penghijauan merupakan bagian integral dari pengelolaan jalan tol berkelanjutan, bukan sekadar program tambahan. Selain mendukung konektivitas ekonomi, koridor JTTS juga diharapkan memberikan manfaat ekologis bagi wilayah yang dilalui.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Hutama Karya melalui program “ReGreen” yang juga mencakup kegiatan edukasi, sanitasi, dan pemberdayaan UMKM.

Ke depan, Hutama Karya akan terus memperluas program penghijauan seiring pengembangan JTTS serta mempublikasikan dampak lingkungannya secara berkala sebagai bentuk transparansi kepada publik.

No More Posts Available.

No more pages to load.