Titiek Soeharto Dorong Inovasi dan Modernisasi Pertanian untuk Swasembada Pangan

Sabtu, 24 Jan 2026
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto menegaskan pentingnya penguatan inovasi dan modernisasi pertanian dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan. (Sumber: pertanian.go.id)
Dengarkan dgn suara Siap
48.7K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menegaskan pentingnya penguatan inovasi dan modernisasi pertanian sebagai kunci mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi pertanian yang tepat sasaran akan meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

Hal tersebut disampaikan Titiek saat kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI ke Kantor Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Hortikultura, Kementerian Pertanian, di Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/1/26).

Gambar konten
Sumber: Kabarpublik.id

Titiek mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dihasilkan BRMP, mulai dari bibit unggul padi, kedelai, bawang putih, hingga hortikultura dan peternakan. Ia menyebut hasil riset tersebut harus mampu menjawab kebutuhan di lapangan dan mudah diterapkan oleh petani.

“Kami cukup terkejut karena BRMP sudah menghasilkan banyak inovasi, seperti bibit unggul padi, kedelai, bawang putih, buah-buahan, bahkan ayam kampung yang mampu bertelur hingga 250 butir per tahun,” ujar Titiek Soeharto.

Ia menekankan agar hasil penelitian dan modernisasi pertanian tidak berhenti di laboratorium, melainkan disebarluaskan dan dimanfaatkan secara luas oleh petani di seluruh Indonesia.

“Riset ini harus dikembangkan dan dimanfaatkan. Jangan berhenti di penelitian, tetapi disebarluaskan agar bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Titiek juga mendorong agar produk-produk hasil riset BRMP digunakan dalam berbagai program bantuan dan pembangunan pertanian nasional. Teknologi unggul yang bersifat spesifik lokasi dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan.

Dalam kesempatan tersebut, Titiek menyampaikan apresiasi kepada para peneliti pertanian yang terus berinovasi di tengah keterbatasan. Ia menegaskan Komisi IV DPR RI mendukung peningkatan anggaran riset dan pengembangan pertanian.

“Kami mengapresiasi semangat para peneliti. Komisi IV DPR RI mendorong peningkatan anggaran penelitian agar inovasi pertanian nasional semakin maju,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BRMP Fadjry Djufry menyambut baik dukungan Komisi IV DPR RI. Ia menjelaskan BRMP kini fokus pada perakitan, perekayasaan, pengujian, serta modernisasi teknologi pertanian untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan.

“Tahun ini riset kembali diperkuat melalui perekayasaan dan pengujian. Kami akan terus memperkuat inovasi dan modernisasi pertanian,” kata Fadjry.

Ia menambahkan, pengembangan pertanian dilakukan secara menyeluruh, mencakup padi, jagung, kedelai, bawang putih, hortikultura, perkebunan, hingga peternakan.

Sejalan dengan itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terus mendorong transformasi pertanian dari sistem tradisional menuju pertanian modern berbasis teknologi.

“Kita ingin produk pertanian lahir dari inovasi anak bangsa. Saatnya Indonesia mandiri dalam teknologi pertanian,” tegas Mentan Amran, dikutip dari laman pertanian.go.id, Sabtu (24/1/26)

Sinergi antara Kementerian Pertanian, Komisi IV DPR RI, dan para peneliti diharapkan mampu mempercepat transformasi sektor pertanian nasional, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat swasembada pangan yang berkelanjutan.

No More Posts Available.

No more pages to load.