Tingkatkan Kompetensi, 56 Pengelolaan Perpustakaan Sekolah di Maluku Utara Ikuti Bimtek

Selasa, 15 Okt 2024
56 pengelolaan perpustakaan sekolah dari 9 Kabupaten Kota saat mengikuti Bimtek Pengembangan Perpustakaan Sekolah bertajuk Perpustakaan Sekolah. [Istimewa].
Dengarkan dgn suara Siap
6.2K pembaca

Laporan : Adi / Editor : YR

MALUKU UTARA [Kabarpublik.id] – Sebanyak 56 pengelola perpustakaan sekolah dari sembilan Kabupaten Kota di Maluku Utara mengikuti bimbingan teknis atau Bimtek Pengembangan Perpustakaan Sekolah bertajuk Perpustakaan Sekolah Yang Lebih Unggul dan Transformatif Menyongsong Generasi Emas 2025.

Gambar konten
Sumber: Kabarpublik.id

Agenda ini dilaksanakan Forum Perpustakaan Sekolah Madrasah Indonesia (FPSMI) Maluku Utara bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI. Kegiatan tersebut diselenggarakan selama dua hari mulai dari 14 hingga 15 Oktober, bertempat di Muara Mal.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat FPSMI, Fientje Stella Watak, S.Pd., M.Pd., BNSP.RI., C.Ed kepada awak media mengatakan, setelah dari Bimtek ini diharapkan teman-teman pengelola perpustakaan memperoleh pengetahuan, dan keterampilan untuk bisa mengimplementasikan di perpustakaan sekolah mereka masing-masing.

Ketua Wilayah FPSMI Maluku Utara, Kartini Umar, S.Pd (kanan), Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat FPSMI, Fientje Stella Watak, S.Pd., M.Pd., BNSP.RI., C.Ed (kiri). [Istimewa].

“Karena cukup banyak mendapatkan informasi dan pengetahuan tujuannya untuk memajukan pendidikan, terutama di Provinsi Maluku Utara. Kemudian lebih kepada mengembangkan minat baca, dan tingkat kegemaran membaca peserta didik, karena kalau tingkat kegemaran membaca peserta didik atau masyarakat pada umumnya itu akan berdampak pada IPLM,” ucapnya.

Ia melanjutkan, kalau di wilayah Maluku Utara sebenarnya tidak berbeda jauh dengan daerah lain, tetapi harus diketahui bersama, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) ini sesungguhnya adalah program yang nantinya akan berdampak pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM dan IPLM ini juga berdampak pada APBN untuk setiap provinsi atau daerah.

“Semakin tinggi IPLM nya dan IPM-Nya maka barangkali akan semakin besar juga APBN untuk daerah. Makanya kami dari FPSMI membangun dari hulu, agar para pengelola perpustakaan sekolah bisa memfasilitasi peserta didik, dn guru untuk lebih mengembangkan lagi literasi,” ujarnya

Ia menambahkan, kegiatan yang dilaksanakan ini baru pertama kali di Maluku Utara, dan ini sesuatu yang waw. Selain itu, kedepan FPSMI Maluku Utara juga akan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan atau Diklat selama 12 hari dengn narasumber juga rata-rata dari pusat.

Sementara itu, Ketua Wilayah FPSMI Maluku Utara, Kartini Umar, S.Pd mengungkapkan, kehadiran pengelola perpustakaan sekolah sebanyak 56 peserta, terdiri SMP, SMA/ SMK dari sembilan Kabupaten Kota ini agar memiliki kompetensi perpustakaan sekolah, karena yang mengelola perpustakaan umumnya guru.

“Karena aturan dari pusat itu menyampaikan, guru yang mengelola perpustakaan sekolah itu nanti mau ditertibkan tidak bisa lagi dikelola, makannya kegiatan ini dibuat dengan dihadiri narasumber dari pusat dan lokal, agar mereka bisa mengelola perpustakaan sekolah kalau tidak ditiadakan,” kata Ketua Wilayah FPSMI.

Karna menurutnya, yng mengelola itu harus orng -orang perpustakaan atau tenaga administrasi atau non guru, tapi karena dikatakan, pihaknya ingin mereka terus eksis mengelola perpustakaan maka dibuat kegiatan ini dengan mendapatkan sertifikat. Kartini juga menambahkan, Insha Allah kedepan pihaknya akn membuat Diklat 120 jam.

“Diklat ini untuk pengelolaan perpustakaan sekolah. Harapan saya, agar peningkatan mutu pengelolaan perpustakaan ini lebih ditingkatkan, jangan sampai pemerintah pusat memberikan aturan pengelola perpustakaan di Maluku Utara ditiadakan, karena tidak memiliki kompetensi dn sertifikat,” sebut Kartini yang juga Koordinator Wilayah IV Papua, Maluku, dan Maluku Utara.

No More Posts Available.

No more pages to load.