Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) HST, Fitriadi di Barabai, Senin, menyampaikan ribuan rumah warga terendam di tiga kecamatan tersebut.
“Tim kami masih terus melakukan pemantauan di lapangan. Untuk ketinggian air bervariasi,” ujarnya.
Banjir tersebut dipicu hujan berintensitas tinggi sejak dini hari menyebabkan sungai meluap dan menggenangi jalan, pekarangan hingga rumah warga dengan tinggi muka air bervariasi.
Fitriadi mengatakan kondisi banjir di Kecamatan Batu Benawa sudah berangsur surut, Kecamatan Barabai sebagian masih tetap dan ada kecenderungan naik, sedangkan di Kecamatan Pandawan debit air masih mengalami kenaikan.
“Hingga sore tadi tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka akibat banjir tersebut,” ujarnya.
Bupati HST Samsul Rizal turun langsung meninjau sejumlah titik terdampak banjir di wilayahnya.
Bupati juga mengerahkan petugas gabungan untuk membersihkan ranting dan kayu yang menghambat aliran sungai.
“Secepatnya kita selesaikan sampah pohon menumpuk ini. Karena kalau sungai tertutup aliran sungai lambat. Hal ini yang membuat daerah perkotaan terendam,” katanya.
Menurut dia, Sungai Barabai meluap akibat intensitas hujan tinggi sejak kemarin, hingga berdampak ke sejumlah wilayah seperti Simpang Ulama, Sarigading, Kampung Kadi, Pasar Murakata, Bungur.
Lebih lanjut, akibat luapan sungai tersebut membawa sampah ranting pohon dan bambu, bahkan sempat menutup aliran air karena tersangkut di bawah jembatan, seperti di Jembatan Dharma.
Bupati Rizal memastikan tumpukan sampah yang tersumbat di jembatan tersebut sudah berhasil dibersihkan oleh jajaran petugas gabungan dibantu relawan Balakar 654 Murakata, serta masyarakat.
“Sampah pohon bambu tersebut telah bersih. Aliran sungai kembali normal. Cuaca juga kembali cerah,” ujarnya.
Bupati mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan jangan panik menyikapi banjir yang terjadi, serta apabila ada hal mendesak diharapkan dapat menghubungi petugas terdekat. (ant)





