Laporan : Jarber SMSI (Hafid Bora).
Editor : Mahmud Marhaba
GORUT [KP] – Diam-diam Wakil Bupati Gorontalo Utara (Wabup), Thoriq Modanggu memperlihatkan eksistensi untuk menjalankan tupoksinya sebagai pengawas jalannya pemerintahan dibidang pembangunan serta pemanfaatan anggaran.
Niat tulusnya untuk menjadi Wakil Bupati mendampingi Indra Yasin sudah diungkapkan sejak awal mereka bersatu dengan niat membangun Gorut lebih baik. Meski ditengah jalan ada sedikit ketidakharmonisan, seperti yang beredar kabar diluar. Semua itu ditepisnya. Dirinya menjalankan tugas negara apa adanya dengan penuh konsisten.
Selasa, 15 Oktober 2019, Thorik Modanggu masuk ke ruangan Bupati Indra Yasin. Bundelan berkas yang di jilid rapih disodorkan kepada Bupati Indra Yasin yang sudah memasuki masa jabatannya sebagai Bupati selama 2 periode itu.
Dirinya memaparkan apa yang menjadi kerjanya selama ini. Berbagai temuan disampaikan baik lisan maupun secara tertulis kepada Bupati.
Media tidak mencium kejadian ini. Maklum, selama ini keduanya tidak bertemu dikarenakan kesibukan masing-masing. Apalagi Wabup Thoriq sering turun ke desa-desa. Berbagai persoalan di desa diungkapkan. Disadarinya jika desa merupakan ujung tombak pelayanan dalam suatu pemerintahan.
Penataan administrasi pemerintahan desa menurut Thoriq sangat amburadul. Pemerintah Desa wajib diberi sebuah masukan bahkan dilakukan pelatihan terkait dengan perencanaan dan pengelolaan dana desa. Temuan ini berbandimg lurus dengan berbagai kasus yang dilakukan aparat desa yang akhirnya berurusan dengan pihak berwajib.
Dalam laporannya itu, terungkap jika pemerintah daerah wajib memberikan pemahaman yang seragam terkait dengan Juknis/ Bimtek Musyawarah Desa (Musdes). Demikian juga dengan penyusunan Perdes dan Perkades.
Percakapan kedua tokoh Gorut ini cukup panjang. Mereka saling memahami tugas dan tanggungjawab masing-masing. Bupati Indra Yasin pun dengan penuh hormat menyampaikan jika ini memang merupakan tupoksi dari Wakil Bupati.
“Saya mengapresiasi agenda ini karena disamping tupoksi Wabup juga karena kita berkomitmen menertibkan pemerintah desa, apalagi sudah mengelola sendiri dana desa,” ungkap Thoriq meniru penyataan Bupati Indra Yasin kepada dirinya, Rabu (16/10/2019).
Ternyata, selama 2 bulan ini sudah ada 30 desa dan 2 kecamatan yang dilakukan pengawasan oleh Thoriq yang merupakan akademisi jebolan IAIN Gorontalo itu. Dirinya menyarankan agar dilakukan evaluasi secara komprehensif terhadap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Yang tak kalah pentingnnya, Thoriq mengungkapkan jika sistem pelayanan di desa dan kecamatan harus dilakukan secara transparan dan akuntabiltas.
Melihat kinerja Wakil Bupati Thoriq, Bupati Indra Yasin mendorongnya agar semua desa dan kecamatan di sidak langsung termasuk OPD-OPD.
βDengan kinerja ini, Bupati minta agar saya melakukan sidak semua desa, kecamatan termasuk OPD. Banyak temuan bantuan yang tidak tepat sasaran dan tidak terukur,β ungkap Thoriq diakhir perbicangannya dengan wartawan media ini yang tergabung di SMSI Gorontalo.#[KP]





