Laporan : Rizky Umar (Jarber Bersama SMSI). Editor : Mahmud Marhaba
LIMBOTO [KP] – Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo meluncurkan program pemberdayaan masyarakat sebagai upaya penguatan ekonomi ditingkat bawah. Dirilis Bagian Kehumas Setda Kabupaten Gorontalo, kebijakan itu ditempuh untuk mendorong ekonomi warga kurang mampu khususnya yang terimbas kemarau panjang.
Disebutkan, untuk menangani pengaruh paceklik, untuk jangka pendek Bupati Nelson telah melepas cadangan pangan kepada warga yang terdampak kekeringan.
Sementara, progam pemberdayaan yang diluncurkan Bupati Nelson Pomalingo itu merupakan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) kepada masyarakat, disamping diserahkannya bantuan sosial seperti Asistensi Sosial Lanjut Usia Terlantar (ASLUT), bantuan untuk para Gepeng, serta bantuan bagi penyandang disabilitas.
“Terpenuhinya kebutuhan dasar minimal lanjut usia telantar, meningkatkan kepedulian keluarga dan masyarakat dalam pemenuhan hak-hak lanjut usia telantar,” tutur Nelson saat menyerahkan bantuan sosial dan UEP untuk masyarakat Batudaa Cs, di Kantor Camat Batudaa, Sabtu (28/9).
Bantuan sosial dan bantuan usaha itu diharapkan bisa menyentuh kebutuhan dasar bagi para penerima.
Di kesempatan sama, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo melalui Sekertaris Dinas Rita Idrus menjelaskan, bantuan UEP yang diserahkan Bupati Gorontalo itu menyentuh 320 kepala keluarga (kk), masing-masing; 42 kk penerima dari kecamatan Batudaa Pantai, 55 kk penerima dari kecamatan Batudaa, 60 kk dari kecamatan Bongomeme, 70 kk dari kecamatan Dungaliyo, dan 43 kk dari kecamatan Biluhu.
Terpisah, Kabid Kesos Dinsos Kabupaten Gorontalo, Titi Nur, mempertegas besaran bantuan yang diterimakan, yakni UEP sebesar Rp. 2 juta perorang, ASLUT Rp.750 ribu perorang, penyandang disabilitas sebesar Rp. 1,5 juta perorang serta gepeng dan pemulung sebesar Rp. 1,5 juta perorang.
Dikatakan Nur, Bupati Nelson juga menyerahkan bantuan lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA) sebesar Rp. 4 juta per panti asuhan, ditambah bantuan alat bantu kursi roda untuk masyarakat Batudaa 11 buah dan tongkat untuk lansia sebanyak 16 buah.
“Bantuan ini bukan bernilai uang namun dalam bentuk barang sesuai kebutuhan masing-masing. Dan untuk penyaluran kecamatan Boliyohuto dan Telaga cs minggu depan termasuk bagi lansia yang produktif ,” tandas Titi Nur. # [KP/HMS]





