oleh

Tanaman Sereh Wangi Bakal Jadi Komoditas Primadona di Provinsi Gorontalo

-BERITA-6.043 views

Laporan : Ifan S. Saluki
Editor : YR

GORONTALO [kabarpublik.id] – Tanaman sereh wangi bakal menjadi komoditas perkebunan primadona di Provinsi Gorontalo. Tanaman yang merupakan sejenis tanaman herbal tersebut memiliki banyak manfaatnya.

Manfaat dari minyak sereh wangi ini sangat beragam antara lain sebagai bahan baku industri sabun, kosmetik, antiseptik, aromaterapi, dan sebagai bahan aktif pestisida nabati. Adapun saat ini perusahaan-perusahaan besar di benua Eropa maupun di Negara-negara di Timur Tengah juga banyak menggunakan minyak sereh wangi sebagai bahan dasar pembuatan minyak wangi kelas dunia.

Presiden Komisaris PT. Cipta Kastindo Persada Risno Yusuf mengatakan bahwa saat ini pihaknya terus melakukan pengawalan dan monitoring pengembangan komoditas perkebunan sereh wangi tersebut di Provinsi Gorontalo.

Adapun pengembangan tanaman sereh wangi di Provinsi Gorontalo, pihaknya telah menyiapkan lahan seluas 40 ribu hektar, dengan bagian 30 ribu hektarnya itu dialokasikan untuk menggunakan sistem plasma yang bekerja sama dengan para petani.

“Tadinya itu kita hanya rencanakan sekitar 8 ribu hektar di plasmakan. Namun antusias dari para petani untuk bergabung dalam penanaman sereh wangi ini, sehingga kita tambah menjadi 30 ribu hektar yang sudah terinput. Bahkan saat ini masih bertambah lagi,” ungkap Risno Yusuf kepada awak media usai menggelar rapat direksi bersama PT. Suka Damai Berkah dan PT. Agro Wangi Persada serta 50 CV dibawah naungan PT. Cipta Kastindo Persada, bertempat di restoran Mawar Sharron Kota Gorontalo, Jum’at (22/10/2021).

Dalam mengembangkan komoditas sereh wangi ini kata Risno, pihaknya didanai langsung oleh konsorsium dari perusahaan minyak wangi di benua Eropa. 

“Terus terang dana yang kita gunakan ini dari konsorsium dari perusahaan minyak wangi benua Eropa seperti Hugo, Polo, Chanel dan lain sebagainya. Dan ini mereka yang mendanai semuanya, tidak memakai dana pemerintah maupun melakukan pinjaman di bank. Saya diberikan waktu untuk mengembalikan dana tersebut selama 10 tahun,,,”

“Untuk sereh wangi ini, prospek ekonominya sangat tinggi sekali. Keuntungan perusahaan dari 8 ribu hektarnya itu sekitar 4,28 triliun, sehingga hal ini saya dipinjamkan konsorsium sebanyak 5 triliun, dan itu dalam waktu satu tahun saja bisa saya kembalikan. Namun pihak konsorsium tidak seperti itu, mereka ingin mengikat kita agar bisa bekerja sama dalam memasok minyak sereh ini kepada mereka, sehingga mereka tidak kesulitan lagi mencari pasar,” jelasnya.

Selain itu, untuk memberdayakan masyarakat Gorontalo khususnya para petani dalam meningkatkan perekonomian rakyat dengan mengikutsertakan melakukan penanaman tanaman herbal jenis sereh wangi ini, pihaknya bakal mempekerjakan sekitar 48 ribu petani yang tersebar diseluruh desa se Provinsi Gorontalo.

“Jadi, Kita akan menyiapkan 40 ribu hektar lagi lahan yang akan dikelola oleh perusahaan dan kemudian kita akan salurkan 200 kepala keluarga miskin ini dengan sistem gaji yang berpatokan pada UMP Jakarta dengan gaji pokok 4,8 juta, diluar uang makan dan trasportasi. Kita pakai UMP Jakarta karena perusahaan saya ini berpusat di Jakarta, saya dimudahkan oleh petani disini untuk pengelolaan semuanya, sehingganya mereka pantas menerima gaji dengan upah minimum DKI Jakarta,” ujarnya

Olehnya itu, Risno Yusuf yang juga selaku Ketua Laskar Merah Putih Gorontalo mengatakan bahwa dengan adanya pengembangan komoditas sereh wangi ini diharapkan kedepannya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat/petani untuk meningkatkan ekonomi

“Tentunya dengan pengembangan sereh wangi ini, diharapkan mampu membantu pemerintah daerah dalam memberdayakan ekonomi masyarakat untuk pengentasan kemiskinan, yang dimana saat ini tingkat kemiskinan Provinsi Gorontalo masih berada di urutan ke 5 dari 34 provinsi di Indonesia,,,”

“Saya selaku pelaku usaha akan terus berupaya dalam mendukung Pemda dengan cara pengembangan komoditas tanaman herbal jenis sereh wangi ini. Sebab tanaman ini dibuka dalam 40 ribu hektar saja hanya mampu memenuhi 20% kebutuhan konsorsium minyak wangi, sehingga peluang untuk 25 tahun kedepan masih sangat terbuka lebar, dan Gorontalo ini sangat potensial akan hal tersebut,” tandasnya. #[KP]

Apa Reaksi Anda?
+1
11
+1
31
+1
6
+1
19
+1
10
+1
8
+1
6

Komentar

News Feed