MALUKU UTARA [kabarpublik.id] – Demi memberikan penguatan pemahaman guru, dan warga sekolah terkait dengan implementasi guru merdeka, SMA Negeri 10 Kota Ternate, Maluku Utara melaksanakan kegiatan Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran atau MGMP Kota Ternate tahun pelajaran 2022/2023.
Dalam Worshop tersebut turut di undang, Elensi Puja Dewi, yang juga merupakan guru kimia di SMA Negeri 6 Kabupaten Halmahera Utara, sekaligus menjadi narasumber dalam Worshop, serta diikuti 47 orang guru dari SMA 10, dan tiga orang guru perwakilan dari tiga sekolah.
Sabariah Umahuk, Kepala SMA Negeri 10 Kota Ternate menjelaskan bahwa, tujuan Worshop ini dalam rangka untuk memberikan penguatan pemahaman guru dan warga sekolah kaitan dengan implementasi guru merdeka. Sekolah ini Alhamdulillah sudah lolos di Implementasi Guru Merdeka pada tahap satu, yakni merdeka belajar.
“Dalam Worshop ini, saya juga mengundang salah satu struktur nasional yang ada di Maluku Utara, Ibu Elensi Puja Dewi untuk berbagai ilmu dengan kami, karena beliau adalah salah satu fasilitator di dalam IKM binaan dari Direktorat SMA,” ujar wanita lulusan S2 Universitas Indonesia Jakarta di sekolah, Kamis 21 Juli 22.
Selanjutnya, dalam Worshop ini tiga sekolah juga mengikuti, yaitu SMA Islam, SMA Negeri 3, dan SMA Alkhairaat. Ini sesuai kesepakatan dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah atau MKKS untuk mengirimkan perwakilannya dari sekolah yang ada ditahap I ini mengikuti acara Worshop.
“Acara ini akan berjalan hingga Sabtu 23 Juli dengan melanjutkan MGMP untuk mendesain rencana pembelajaran untuk dipakai di semester ganjil, tahun pelajaran 2022/2023. Dan ini diikuti oleh guru – guru SMA Negeri 10,” ungkapnya sembari mengatakan, tujuan Worshop ini kan untuk peningkatan pemahaman guru, makanya bagaimana mereka itu bisa merencanakan, serta mendesain rencana pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran yang berpihak ke peserta didik.
Lebih lanjut, yaitu dengan memilih materi-materi esensial, kemudian mendesain bahan ajar yang sifatnya kontekstual yang dekat dengan lingkungan siswa sekitar, makanya materi-materi harus kontekstual, sehingga bisa memudahkan pemahaman siswa-siswi yang ada di sekolah.
“Saya berharap guru harus mampu untuk bisa merencanakan dan mendesain kegiatan pembelajaran, sehingga aktifitas kegiatan pembelajaran itu berpihak kepada siswa. Selain itu, juga menggunakan rencana pembelajaran diferensiasi yang bisa untuk penguatan pengembangn profil belajar Indonesia,” harapnya #[KP]





