Laporan : Yadi / Editor / YR
TERNATE [Kabarpublik.id] – Setelah berlabuh di Pelabuhan Weda, Kamis (19/8/2021) sekitar pukul 10.00 WIT, satu unit speed boat milik Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) terbakar.
Kapolres Halmahera Tengah, AKBP Nico saat dihubungi wartawan menjelaskan, untuk kronologisnya menurut dari keterangan ABK bernama Idrus Laboja dengan tiga temannya bahwa pada saat itu sedang membersihkan speed boat milik Pemerintah Kabupaten Halteng.
“Untuk selanjutnya melakukan pengisian bahan bakar minyak jenis bensin, yaitu sebanyak 1 ton,” ucap Kapolres.
- Ini Daftar Pemenang Anugerah Komedi Indonesia 2023, ada Ayu Ting Ting dan Denny Chandra Raih Penghargaan
- KPID Sumbar Award 2022, Gubernur: Digitalisasi Penyiaran Peluang Bagi Konten dan Kearifan Lokal
- Konsisten Tingkatkan Kualitas Perekonomian Masyarakat, Walikota Bukittinggi Launching Tabungan Utsman dan Salurkan Bansos kepada Keluarga Penerima Manfaat
Selanjutnya, setelah itu, Idrus naik ke lantai dua tempat nahkoda, kemudian menghidupkan kontak, lalu dua ABK lainya masih membersihkan lantai dekat mesin.
“Dari situlah tiba-tiba terdengar suara ledakan dan temannya bernama Alis Adam dan Askari yang berada di lantai 1 yang saat itu melakukan pembersihan sisa-sisa bensin tiba-tiba melihat api yang sudah membesar,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Askari langsung meloncat ke air, sedangkan Alis, karena tidak sempat naik, beruntung temannya, yaitu Idrus langsung menariknya naik ke dermaga.
“Dari kejadian tersebut 1 satu orang ABK selamat dan dua orang ABK mengalami luka bakar,” ujar Kapolres.
Selain itu, adapun identitas ABK yang tidak mengalami luka bakar, yakni Idrus Laboja, warga asal Patani (52 tahun), alamat Desa Gemya. Sedngkan identitas
ABK yang mengalami luka bakar mereka masing – masing bernama Alis Adam warga Gemya, dan Askari, warga desa Fidi Jaya Kabupeten Halteng.
“Dan untuk jenis speed boat Where 01 Mesin 300 PK dengan jumlah 4 unit,” tutur Nico.
Saat ditanya berapa kerugian dalam peristiwa tersebut, kata Rico, pihaknya belum bisa memastikan namun data sementara diperkirakan mencapai 1.5 Miliar.
“Kita belum bisa pastikan karena belum bisa cek ke tempat kejadian perkara (TKP), tapi diperkirakan sebesar 1,5 M,” pungkasnya.#[KP]





