Laporan : Taufik Dj Panua (JMSI), Editor : Mahmud Marhaba
BUOL [KP] – Juru bicara Tim Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Buol dr. Mariati melalui pres riles Rabu (06/05/2020) menyatakan bahwa jumlah PDP 76 orang ODP masih tetap 0, namun terjadi perubahan situasi dari 76 ODP ada 17 orang dinyatakan bukan Covid-19 ini berdasarkan hasil SWAB yang dilakukan 2 kali sedangkan yang terkorfirmasi positif Covid-19 pertama yaitu tuan H yang kita rujuk ke Toli Toli ini dinyatakan sembuh berdasarkan hasil SWAB 2 kali berturut turut negatif sehingga hari ini beliau akan dijemput di Toli Toli.

Dari 17 orang yang dinyatakan negatif itu walaupun rapid testnya positif namun berdasarkan 2 kali SWAB berturut turut dinyatakan negatif Covid-19, yaitu tersebar di empat Kecamatan, yakni Kecamatan Biau 8 orang, Kematan Palele 3 orang, Kecamatan Gadung 5 orang, Kecamatan Palele Barat 1 orang
“Untuk lebih jelasnya kami sampaikan kembali setuasi Covid-19 Kabupaten Buol pada hari ini, yakni ODP 59 orang PDP 0 dan positif covid berkurang 1 yakni berjumlah 28 orang,” tutur dr. Mariati Rabu (05/05/2020).
Sementara itu dr. H. Arianto S. Panambang memberikan keterangan, dengan dikembalikannya 17 orang dengan hasil SWAB 2 kali berturut turut negatif dan 1 pasien Covid-19 yang di rawat di RSUD Mokompido Toli Toli juga telah dinyatakan sembuh, berarti total yang kembali kemasyrakat berjumlah 18 orang. Untuk hal ini kami sampaikan berdasarkan pemeriksaan medis orang orang ini akan membawa surat keterangan bahwa mereka sudah dinyatakan sembuh dan bukan Covid.
“Harapan kami kepada seluruh masyarakat, bahwa mereka juga adalah manusia, meraka sudah menjalani seluruh tahapan pengobatan sesuai dengan SOP, maka tetap kembalikan ke masyrakat dan berharap masyrakat memberikan dukungan moril kepada saudara kita yang telah menyelesaikan masa karantina atau menyelesaikan masa pengobatan ini dengan baik. Walaupun demikian, secara kewaspadaan umum kami mengharapkan untuk maksimal melakukan social distenting, maksimal melakukan seluruh kegiatan dari rumah dan hanya boleh keluar jika memang ada urusan penting, genting dan mendesak serta tidak bisa diwakilkan kepada orang lain. Maksimalkan keluar rumah dengan menggunakan masker, kemudian rajin cuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir kurang lebih selama 20 detik,” kata dr. Mariati.

Lebih lanjut dr. H. Arianto S. Panambang menerangkan, kami dari pemerintah dan Seluruh Tim Gugus Tugas penanganan Covid-19 mengharapkan agar masyrakat, tokoh tokoh agama, tokoh tokoh, waniti, tokoh tokoh pemerintah di setiap levelnya memberikan dukungan kepada petugas kesehatan yang akan melanjutkan tracing ini. Khususnya dari kelaurga pasien yang terkorfirmasi positif mohon kerja samanya untuk dilakukan pemeriksaan rapid test, agar diketahui apa sudah terjadi paparan atau tidak. Dan bagi saudara saudara yang telah dilakukan tracing dan telah dilakukan pemeriksaan rapid test dan dinyatakan reaktif, mohon kerjasamanya menuntaskan pemeriksaan ini sampai pada tingkat pemeriksaan SWAB. Kalau mekanisme dan alur ini kita lakukan dengan baik, kita bisa cepat memberikan status kesehatanya dengan baik, sampai pada tingkat mengeluarkan legalitas formal berupa surat.
“Dengan doa dan berharap keberkahan bulan suci ramadhan, mari senantiasa waspada, jangan panik, kita tingkatkan pencegahan covid-19 sehinggah cepat terangkat dari bumi tercinta, Pogogul ini,” tutupnya.#[KP]








