Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, TNI Kerahkan 37 Ribu Personel

Rabu, 31 Des 2025
Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Agus Subiyanto. Repro Setneg
Dengarkan dgn suara Siap
71.9K pembaca

JAKARTA (kabarpublik) – Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan, 37.910 personel TNI dilibatkan dalam tahap rekonstruksi dan rehabilitasi di sejumlah wilayah terdampak bencana di Sumatera.

Pengerahan mencakup penambahan 15 batalion, terdiri atas lima batalyon zeni dan 10 batalyon teritorial pembangunan.

Gambar konten
Sumber: Kabarpublik.id

“Mereka akan membantu pemasangan jembatan bailey, kemudian pembuatan Huntara (hunian sementara) dan Huntap (hunian tetap), pembersihan lumpur di sekolah, pesantren, jalan, dan fasilitas umum lainnya,” kata Panglima TNI dalam konferensi pers pemulihan dan rencana strategis pascabencana di Posko Terpadu Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, dikutip Rabu (31/12/2025).

TNI juga melaksanakan berbagai tugas kemanusiaan, mulai dari penyiapan air bersih, evakuasi medis, distribusi logistik, hingga layanan pemulihan trauma bagi masyarakat terdampak.

Panglima TNI menjelaskan, hingga saat ini TNI telah menggelar 25 dapur lapangan, membangun 124 sumur bor yang sudah dapat digunakan masyarakat, mendirikan 42 pos kesehatan, serta membangun 186 unit MCK di wilayah terdampak.

Dalam upaya pemulihan konektivitas, TNI juga menyiapkan dan memasang jembatan bailey di sejumlah lokasi. Beberapa jembatan yang telah digunakan masyarakat antara lain Jembatan Teupin Mane, Jembatan Teupin Reudeup, Jembatan Jumpa, Jembatan Matang Bangka, Jembatan Kuta Blang, Jembatan Hamparan Perak, dan Jembatan Anggoli Sibangun. Secara keseluruhan, 32 jembatan bailey telah dibangun dan difungsikan.

TNI juga tengah membangun 40 jembatan armco, sebagian di antaranya telah selesai dan digunakan masyarakat untuk mendukung aktivitas sehari-hari dan distribusi bantuan.

Untuk mendukung operasi kemanusiaan itu, TNI mengerahkan 89 unit alutsista, yang terdiri atas pesawat udara, helikopter, dan kapal perang Republik Indonesia (KRI). Bantuan logistik terus disalurkan melalui berbagai moda, termasuk airdrop, pendaratan udara, jalur laut, dan jalur darat.

“KRI membawa dukungan alat berat, kendaraan kesehatan, mendukung membawa juga nakes, dan membantu K/L lain seperti peralatan PLN, membawa BBM, bahan pangan, genset, dan sebagainya,” jelas Panglima TNI.

Hingga saat ini, total logistik yang telah didistribusikan TNI mencapai 2.669,53 ton, baik melalui angkatan udara, jalur laut menggunakan KRI dan kapal pendukung, maupun distribusi darat.

No More Posts Available.

No more pages to load.