News Update
Live Update Berita Terkini

Ragunan Bidik Standar Internasional, Tarif Masuk Diusulkan Rp10.000

Jumat, 4 Sep 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Ilustrasi - Seekor Harimau Benggala (Panthera tigris tigris) bermain di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc/am.
Dengarkan dgn suara Siap
25.8K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, terus berbenah untuk meningkatkan kesejahteraan satwa dan kualitas pelayanan pengunjung. Pengelola menargetkan kawasan konservasi tersebut dapat dikelola dengan standar internasional.

Humas Taman Margasatwa Ragunan Wahyudi Bambang mengatakan peningkatan kualitas pengelolaan dilakukan dengan dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan masyarakat.

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026

Keterangan foto: Poster peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

“Dengan dukungan masyarakat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Taman Margasatwa Ragunan berkomitmen untuk terus berbenah dan melangkah menuju pengelolaan kebun binatang bertaraf internasional,” kata Wahyudi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (4/9).

Menurut dia, kesejahteraan satwa menjadi salah satu prioritas utama dalam proses pembenahan. Peningkatan pelayanan kepada pengunjung juga menjadi bagian penting dari transformasi pengelolaan Ragunan.

Pengelola ingin menjadikan Ragunan bukan hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai kawasan konservasi yang memiliki kualitas pengelolaan satwa, edukasi, penelitian, dan konservasi yang semakin baik.

Tarif Masuk Ragunan Diusulkan Rp10.000

Penyesuaian tarif masuk diharapkan dapat memperkuat kemandirian pengelolaan Taman Margasatwa Ragunan melalui optimalisasi pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Pendapatan tersebut nantinya dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional, meningkatkan pelayanan, serta mengembangkan fasilitas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Dengan demikian, ketergantungan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dapat dikurangi secara bertahap.

Meski demikian, pengelola memastikan aspek keterjangkauan bagi masyarakat tetap menjadi perhatian.

Setiap kebijakan tarif akan mempertimbangkan kemampuan masyarakat, kualitas pelayanan, keberlanjutan pengelolaan, serta aturan yang berlaku.

“Harapan kami, apabila penyesuaian tarif ini dapat direalisasikan, manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh satwa maupun pengunjung. Satwa mendapatkan kesejahteraan dan kualitas perawatan yang semakin baik, sementara masyarakat memperoleh fasilitas serta pelayanan yang semakin aman, nyaman, edukatif, dan berkualitas,” ujar Wahyudi.

Ragunan Perkuat Fungsi Konservasi

Wahyudi menegaskan Ragunan memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar destinasi wisata. Kawasan tersebut menjadi ruang konservasi, edukasi, penelitian, sekaligus rekreasi alam bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

Sejalan dengan upaya peningkatan pengelolaan tersebut, Komisi C DPRD DKI Jakarta berencana menyesuaikan tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan menjadi Rp10.000.

Besaran tarif tersebut dinilai masih terjangkau jika dibandingkan dengan sejumlah destinasi wisata lain di Jakarta, termasuk Ancol dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

No More Posts Available.

No more pages to load.