Laporan : Rijali (JMSI), Editor: Mahmud Marhaba
RAJA AMPAT [KP] – Usai berdirinya rumah pembangkit Listrik Desa (Lisdes), PT. PLN Persero melalui Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Frits M. Rahakbauw beserta jajarannya melakukan pengoperasian.
Pengoperasian pembangkit Listrik Desa (Lisdes) tersebut di wilayah Distrik Batanta Utara yaitu, Arefi Timur, Arefi Selatan dan selanjutnya di Yensawai, baru-baru ini.
Kedatangan Manajer PLN ULP Waisai bersama rombongan disambut oleh jajaran pemerintah dan warga masyarakat kampung Arefi Timur dan Selatan dengan prosesi adat pengalungan bunga dan kain oleh kepala kampung Arefi Timur, Matheus Kapisa yang didampingi kepala kampung Arefi Selatan, Arsilaus Kapisa sekaligus diiringi irama suling tambur diatas dermaga kampung Arefi Timur.
Selain itu warga kampung Arefi Timur menobatkan manajer PLN ULP Waisai Frits M. Rahakbauw sebagai Bapak Pahlawan penerangan untuk masyarakat kampung Arefi Timur dan Selatan, karena dianggap dibawa kepemimpinan beliaulah impian masyarakat terkabulkan dengan hadirnya Lisdes untuk kedua kampung di tahun 2020 ini.
Pemerintah dan masyarakat dari kedua kampung tersebut dengan tarian serta iringan suling tambur sambil menggandeng kedua tangan manajer PLN ULP Waisai dan rombongan kemudian diarak menyusuri kampung hingga menuju lokasi rumah pembangkit Lisdes Arefi yang terletak dikampung Arefi Selatan.
Manajer PLN ULP Waisai, Frits M. Rahakbauw menyampaikan, rasa terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat di kedua kampung tersebut, dirinyapun tidak menyangka prosesi penjemputan ini sangat meriah karena penuh dengan suasana adat.
“Saya selaku pimpinan mewakili seluruh jajaran PLN ULP Waisai mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada pemerintah kampung arefi timur dan selatan serta warga masyarakat yang ikut hadir dalam penyambutan yang meriah ini, “ungkapnya.
Dinobatkan sebagai bapak penerangan, manajer PLN ULP itu menepis bahwa dirinya bukanlah pahlawan penerangan seperti yang diseruhkan oleh masyarakat. Namun dirinya tetap berikan apresiasi bahwa inilah bukti kepedulian dan rasa tanggungjawab bersama baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah kampung maupun warga masyarakat setempat.
“Selain PLN sendiri sebagai penanggungjawab teknis dilapangan, tujuan dari pada pembangunan listrik masuk desa inipun merupakan program pusat yang terfokus kepada daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T). Semoga dengan adanya pembangunan Lisdes ini membantu merekrut tenaga kerja dikampung-kampung dan ikut mendukung sektor ekenomi masyarakat sesuai harapan kita bersama khususnya diwilayah Raja Ampat yang merupakan daerah destinasi wisata dunia”, ujarnya.
Menurutnya, penjemputan dirinya dan rombongan merupakan hal yang sangat suprise baginya secara pribadi maupun instansi karena baru kali ini ia temukan adanya penjemputan dengan prosesi adat dan suling tambur.
“Sekali lagi saya secara pribadi mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada seluruh warga masyarakat kampung Arefi Timur dan Selatan. Ini hasil dari dukungan dan kerjasama semua pihak termasuk teman-teman yang beroperasi dilapangan,”cetusnya.
Dikatakan, pembangunan rumah pembangkit Lisdes untuk melayani 124 pelanggan diantaranya 67 pelanggan dikampung Arefi Timur dan 57 pelanggan dikampung Arefi Selatan yang dijadikan satu lokasi rumah pembangkit dengan mesin terpasang 2 kali 80 Kilo Watt (KW) dikampung arefi selatan.
“Kapasitas terpasang setiap rumah dengan daya terpasang 900 Volt Amper (VA) dengan menggunakan Listrik Prabayar (LPB), dan beroperasi setiap harinya sebanyak 12 jam, dari pukul 6 sore hingga pukul 6 pagi dan seterusnya, “katanya.
Selanjutnya untuk diketahui bersama bahwa, pembangunan Lisdes sudah berjalan dari tahun 1994 sampai dengan 2016 sebanyak 6 pembangunan lokasi lisdes untuk melayani 15 kampung.
Selain itu, lanjut Rahakbauw, pembangunan Lisdes terus berjalan dari tahun 2017 hingga 2019 telah terbangun 26 lokasi baru dengan melayani sebanyak 32 kampung. Maka total lokasi Lisdes saat ini ditahun 2020 berjumlah 32 lokasi untuk melayani 47 kampung dari total 117 kampung di kabupaten Raja Ampat. Namun lebih jauh ia jelaskan, listrik desa yang sudah dioperasikan tahun 2020 ini baru sebanyak 24 lokasi dan melayani 35 kampung termasuk lisdes di kampung arefi timur dan selatan.
“Dari total dari 117 kampung masih tersisa 82 kampung lagi yang diantaranya sebanyak 12 kampung telah siap untuk dioperasikan, tetapi 70 kampung lainnya sementara menunggu pembangunan infrastruktur jaringan dan pembangkit, “jelasnya.
Sembari menambahkan, dengan adanya pembangkit Lisdes, dirinya berharap kepada seluruh warga masyarakat dikampung Arefi Timur dan Selatan untuk bersama-sama menjaga dan merawat demi kepentingan bersama.
“Jika disuatu saat nanti masyarakat membutuhkan pengoperasian diluar jam operasi misalnya dihari besar keagamaan dan hari nasional. Pemerintah dan masyarakat kampung segera berkoordinasi dengan petugas dilapangan maupun memberitahukan secara resmi kepada PLN ULP Waisai dan tidak menutup kemungkinan kami siap untuk melayani, “cetus.
Sementara itu, kepala kampung Arefi Timur, Matheus Kapisa yang juga mewakili kampung Arefi Selatan menyampaikan, dengan masuknya listrik dikedua kampung ini. Menurut dia, inilah waktu Tuhan yang dijanjikan, untuk itu harus memberikan apresiasi atas Kedatangan para rombongan dari PLN Waisai yang akan menerangi kedua kampung ini.
“Saya mewakili seluruh warga masyarakat dari kedua kampung memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pimpinan PLN terlebih khsusus pimpinan PLN ULP Waisai dan jajarannya karena dengan kerja kerasnya mendukung pengeoperasian rumah pembangkit untuk menerangi kedua kempung kami, “seruhnya.
Usai pengoperasian Lisdes di Arefi Timur dan Selatan, manajer PLN ULP Waisai beserta jajaran melanjutkan pengoperasian di Yensawai. #(KP)





