Dikutip dari laman penyelenggara, pada partai final yang berlangsung di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose, Aichi, Jepang, Kamis, Nurisa mengalahkan wakil Filipina Amaya Amparo Cojuangco dengan skor tipis 139-137.
Itu menjadi medali emas pertama Indonesia pada cabang olahraga panahan sepanjang sejarah Asian Games.
Sebelumnya, prestasi terbaik Indonesia adalah meraih medali perak, yang direbut Tatang Budiman, Donald Pandiangan dan Suradi Rukimin (team recurve putra) pada Asian Games 1982, Danahuri Dahliana, Rusena Gelanteh, Purnama Pandiangan (team recurve putri) pada Asian Games 1994 serta Diananda Choirunisa pada Asian Games 2018 (individual recurve putri).
Pada laga final, Nurisa Dian tampil percaya diri yang membuahkan akurasi apik. Dengan ketenangannya, dia mampu mengatasi tekanan saat gim penentu, anak panahnya mampu menancap sempurna ke poin 10.
Keberhasilan tersebut membuat Tim Indonesia mengumpulkan lima medali emas. Sebanyak empat medali emas lain datang dari beregu bulu tangkis putra, ganda bulu tangkis putra (Leo Carnando/Daniel Marthin), angkat besi 75kg putra (Rahmat Erwin Abdullah) dan panjat tebing speed putri (Desak Made).
Pundi-pundi emas Indonesia masih berpotensi bertambah lantaran atlet-atlet tanah air masih berkompetisi di beberapa final seperti esports MLBB, Kamis, melawan Myanmar.
Kemudian, Indonesia juga bertarung di panjat tebing nomor speed putra. Di nomor tersebut, Indonesia menurunkan peraih emas Olimpiade 2024 Veddriq Leonardo dan pemegang rekor Asian Games Aditya Sri Syahrial. (ant)





