Laporan : Ati Modjo
Editor : YR
JAKARTA [kabarpublik.id] – Institut Bisnis dan Multimedia (IBM) ASMI program Pascasarjana Konsentrasi Kepemimpinan Perempuan bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang Peluang dan Peran Perempuan dalam Peningkatan Ekspor, Rabu (27/07/2022).
Kegiatan FGD yang berlangsung secara hybrid itu turut dihadiri oleh Wakil Menteri Perdagangan RI Dr. Jerry Sambuaga, Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor, Kementerian Perdagangan Ir. Marolop Nainggolan, SH, Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Gideon Angelica Tangker, Wakil Rektor IBM ASMI Rudiyanto, dan dua Dosen Program S2 Kepemimpinan Perempuan IBM ASMI Marisi Simbolon dan Dr. Syahnan Phalipi, serta Mahasiswa Program S2, Kepemimpinan Perempuan yang hadiri secara luring maupun secara daring.

Dalam sambutannya, Wakil Menteri Perdagangan RI, Jerry Sambuaga, menyambut baik adanya program pascasarjana Kepemimpinan Perempuan di IBM ASMI, serta mendukung dan memfasilitasi para perempuan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dari kalangan kampus dalam melaksanakan ekspor.
Menurut Jerry, nilai ekspor Indonesia per April 2020 mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Neraca perdagangan Indonesia membukukan surplus 7,56 miliar dolar AS dan merupakan rekor baru.
Kampus sebagai lembaga pendidikan, menurut Jerry, dapat berperan serta dalam meningkatkan ekspor melalui program-program pendidikannya yang berorientasi pada perdagangan ekspor.
Kementerian Perdagangan RI pun akan terus mendorong UKM untuk meningkatkan daya saing melalui berbagai program dan fasilitasi, misalnya dengan adanya PPEI sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang ekspor yang berada di lingkungan Badan Pengembangan Ekspor Nasional.
“Dan Kementerian Perdagangan RI pun, siap mendorong eksportir dan calon eksportir untuk mampu memenuhi tuntutan pasar global,” ujarnya

Sementara itu, Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Kementerian Perdagangan RI Ir. Marolop Nainggolan, S.H., mengungkapkan besarnya peluang perempuan untuk menjadi eksportir.
Menurut Marolop, perdagangan ekspor dan impor saat ini memang masih didominasi oleh pelaku usaha laki-laki, namun dalam perjalanan dan perkembangannya, kini banyak bermunculan pebisnis dan eksportir perempuan.
Pelaku usaha perempuan, menurut Marolop, memiliki beberapa keunggulan yang tidak dimiliki pelaku usaha laki-laki, misalnya tangguh, takut berutang, teliti, tekun, multitasking, lebih sabar, dan komitmen yang tinggi. Kelebihan-kelebihan ini merupakan modal dasar dan potensi perempuan UKM untuk tumbuh dan berkembang.
Ditempat yang samapun, Dosen Program S2 Kepemimpinan Perempuan IBM ASMI, Syahnan Phalipi memberikan sedikit gambaran mengenai program Kepemimpinan Perempuan, serta maksud dan tujuan penyelenggaraan FGD yang dimoderatori oleh Lilis Komariyah ini.
Syahnan mengatakan, FGD ini merupakan implementasi program kampus merdeka yang merupakan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang inline dengan dunia kerja nyata.
“Program Kepemimpinan Perempuan mengarahkan mahasiswanya untuk menjadi perempuan-perempuan pelaku ekspor yang andal,” ucapnya.
Syahnan Phalipi yang juga selaku Ketua Umum Hipmikindo itu mengharapkan adanya langkah-langkah konkrit setelah FGD untuk membantu mewujudkan hal tersebut.
“Dan menurut Saya, hal ini perlu juga terbangun kolaborasi, baik internal (antar mahasiswa), maupun antar pemangku kepentingan untuk menjadi eksportir,” pungkas Syahnan. #[KP]







